Perkembangan Kacamata AR untuk Smartphone dari Qualcomm

Perkembangan Kacamata AR untuk Smartphone dari Qualcomm

Kacamata AR untuk Smartphone dari Qualcomm
Ilustrasi desain kacamata AR Smart Viewer dari Qualcomm (The Verge)

Perkembangan kacamata AR saat ini memang dapat dikatakan sedang berada pada puncaknya. Pasalnya, belakangan ini dalam waktu yang singkat terdapat berbagai perusahaan yang berlomba-lomba mengumumkan produk kacamata AR terbaru buatan mereka. Tidak terkecuali perusahaan raksasa yang terkenal dengan prosesor canggihnya yaitu Qualcomm.

Pada pertengahan tahun 2022 lalu, perusahaan Qualcomm memperkenalkan produk berbentuk kacamata AR terbaru mereka. Produk tersebut diumumkan kepada mata publik dengan nama Wireless AR Smart Viewer sebagai update terbaru desain smart glasses mereka.

Penasaran dengan perkembangan kacamata AR dari perusahaan Qualcomm ini? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

Kacamata AR Qualcomm Diumumkan Sebagai Referensi Desain!

Wireless AR Smart Viewer Desain
Spesifikasi dari referensi desain Smart Viewer (The Verge)

Pada bulan Mei tahun 2022, Qualcomm resmi memperkenalkan produk augmented reality (AR) mereka. Produk yang dinamakan Wireless AR Smart Viewer tersebut diumumkan sebagai referensi desain untuk para perusahaan yang dapat diadopsi ke headset komersil. Produk ini juga merupakan pembaharuan desain smart glasses mereka yang sebelumnya.

Wireless AR Smart Viewer ini akan dilengkapi dengan chipset berperforma tinggi dengan sistem tethering yang menggunakan Wi-Fi 6/6E dan BlueTooth untuk menggantikan kabel USB-C. Namun, pada referensi desain ini terdapat kekurangan yaitu berpotensi akan memiliki baterai dengan kapasitas yang sangat terbatas.

Spesifikasi Kacamata AR untuk Smartphone dari Qualcomm

Qualcomm Smart Viewer Design
Referensi desain Smart Viewer dari Qualcomm (The Verge)

Desain terbaru Qualcomm yang dikembangkan oleh Goertek ini dapat digunakan dengan menghubungkan perangkat tersebut ke smartphone, PC atau perangkat lainnya. Smart Viewer juga memiliki kemampuan mixed reality yang menawarkan pengalaman penuh nantinya dengan tracking kepala dan tangan penggunanya.

Kemampuan tracking Smart Viewer yang memumpuni akan didukung oleh berbagai kamera untuk tracking dan sistem proyeksi yang ditenagai oleh display micro-OLED. Desain tersebut memiliki resolusi 1920×1080 dengan refresh rate sebesar 90Hz. Namun, Smart Viewer menawarkan Field of View atau FOV yang sangat terbatas yaitu 40 derajat secara diagonal.

Field of View yang terbatas tersebut namun merupakan salah satu faktor utama yang memungkinkan Smart Viewer memiliki ukuran yang ringkas. Saat pengumumannya, Smart Viewer memiliki bentuk yang jauh lebih tipis dibandingkan versi sebelumnya maupun produk kompetitornya.

Rangka dari Smart Viewer memiliki ketebalan hanya sebesar 15.6 mm yang berhasil menyerupai tampilan kacamata pada umumnya. Smart Viewer didesain dengan menggunakan optik freeform yang terbukti mempersempit FOV yang dimiliki. Namun, kelebihan desain Smart Viewer ini karena hal tersebut yaitu hanya memiliki bobot seberat 115 gram saja.

Smart Viewer dari Qualcomm akan Menggunakan Chipset Snapdragon XR2!

Smart Viewer dari Qualcomm ini juga memiliki desain yang kompatibel dengan chipset terbaru mereka yaitu Snapdragon XR2. Sehingga, dengan performanya yang lebih superior dibandingkan pendahulunya, Qualcomm menjanjikan performa yang luar biasa.

Qualcomm lebih jauh menyatakan Smart Viewer akan memiliki kecepatan latency hanya 3ms saja antara Smart Viewer dengan smartphone, PC atau perangkat yang terkoneksi lainnya. Namun, mereka menyatakan hal tersebut dapat terjadi hanya apabila perangkat tersebut memiliki chip FastConnect 6900 milik Qualcomm.

Referensi Desain Kacamata AR Smart Viewer telah Dikembangkan oleh Setidaknya Empat Perusahaan!

Hugo Swart sebagai kepala dari VR dan AR Qualcomm menyatakan bahwa saat ini terdapat setidaknya empat pabrikan yang bekerjasama dengan Qualcomm. Kerjasama yang dilakukan Qualcomm tersebut yaitu untuk mengembangkan desian Smart Viewer ini. Namun, Hugo Swart tidak memberikan detil perusahaan apa saja yang terlibat dalam kerjasama tersebut.

Tantangan Terbesar dalam Mengembangkan Kacamata AR untuk Smartphone dari Qualcomm

AR Glasses
Ilustrasi kacamata augmented reality (Flickr/Marco Verch)

Headset XR nirkabel sendiri sebenarnya sudah menjadi rencana jangka panjang dari Qualcomm selama beberapa tahun ini. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Qualcomm dalam mengembangkan teknologi AR juga serupa dengan tantangan yang dihadapi perusahaan lainnya.

Tantangan tersebut yaitu menciptakan kacamata AR berperforma tinggi yang membutuhkan daya besar dengan kapasitas baterai yang tinggi untuk beroperasi dalam waktu yang lama. Sebagai referensi, pengalaman virtual yang menuntut performa tinggi dapat menguras kapasitas baterai headset sebesar 650mAh hanya dalam kurun waktu 30 menit saja!

Tantangan yang seakan mustahil tersebut saat ini hanya dapat diminimalisir dan belum dapat diatasi. Beberapa solusi alternatifnya yaitu dengan mengimplementasikan overlay virtual yang ringan dan sederhana sehingga tidak membutuhkan daya yang besar. Alternatif lainnya yaitu dengan menyambungkan baterai tambahan dengan menggunakan kabel.

Smart Viewer sendiri dirilis oleh perusahaan Qualcomm hanya sebatas referensi desain saja dan bukan diluncurkan sebagai sebuah produk utuh yang siap untuk dipasarkan ke konsumen. Sehingga, meskipun memiliki berbagai keterbatasan, tetap saja Smart Viewer dapat menjadi awal bagi para perusahaan sehingga tidak harus lagi memgembangkan dari awal.

Dengan adanya referensi desain Smart Viewer ini, perusahaan dapat menambahkan fitur ataupun desain mereka sendiri kedalam referensi desain Smart Viewer ini. Sehingga, referensi desain Smart Viewer ini menawarkan potensi yang sangat luas untuk ditingkatkan oleh para perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan produk terkait.

Bekerjasama dengan Berbagai Perusahaan Telekomunikasi Besar

Qualcomm Space Partners
Poster kerjasama Qualcomm dengan perusahaan telekomunikasi dunia (Road to VR)

Pada bulan Februari tahun 2023 lalu, Qualcomm pada ajang Mobile World Congress atau MWC mengumumkan akan bekerjasama dengan 7 perusahaan telekomunikasi global ternama. Hal tersebut menurut mereka untuk mempersiapkan Kacamata AR yang didesain untuk bekerja secara langsung dengan smartphone.

Mitra Qualcomm pada pengumumannya di MWC tersebut meliputi CMCC, Deutsche Telekom, KDDI Corporation, NTT QONOQ, T-Mobile, Telefonica dan Vodafone. Saat ini, Qualcomm dan seluruh perusahaan besar tersebut sedang mengembangkan perangkat, pengalaman XR terbarunya termasuk platform developer Snapdragon Spaces XR.

Snapdragon Spaces sendiri diumumkan oleh Qualcomm pada akhir tahun 2021 silam. Snapdragon Spaces sendiri merupakan software tool kit yang berfokus pada performa dan perangkat berdaya kecil. Dengan Snapdragon Spaces, pihak developers dapat menciptakan pengalaman AR yang dapat dikenakan di kepala dari awal atau dari nol.

Qualcomm juga mengumumkan kolaborasi jangka panjangnya dengan perusahaan asal Jepang yaitu KDDI untuk ekspansi penggunaan XR dan pembuatan program developer di Jepang. Dalam skala global, Qualcomm menyatakan berbagai pihak OEM saat ini sedang mendesain gelombang baru untuk perangkat untuk konsumen maupun pihak terspesialisasi lainnya.


Tertarik dengan artikel seperti ini? Yuk, kunjungi blog metaNesia untuk membaca artikel serupa!

Bagikan ini: