Yuk, Ketahui Cara Membuat Konten untuk Aplikasi Virtual Reality
Beranda /
Blog /
Yuk, Ketahui Cara Membuat Konten untuk Aplikasi Virtual Reality
29 December 2022

Yuk, Ketahui Cara Membuat Konten untuk Aplikasi Virtual Reality

Hampir tidak ada aplikasi lain yang sangat bergantung pada konten seperti virtual reality. Untuk tujuan utamanya, VR seharusnya menciptakan pengalaman imersif yang realistis sehingga membuat kita lupa bahwa sebenarnya sedang berada di ruang virtual.

Dengan demikian, standar konten yang digunakan dalam virtual reality sangat tinggi. Selain kualitas grafis dari konten VR, harus dibuat dan diimplementasikan agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan fisiologis bagi pengguna. Seperti sakit kepala, penglihatan ganda, atau pusing.

Oleh karena itu, membangun konten adalah salah satu komponen pengembangan aplikasi virtual reality yang paling memakan waktu dan tenaga.

Pada artikel kali ini, kita akan mencoba merekayasa balik konten yang digunakan dalam aplikasi VR untuk melihat bagaimana seharusnya konten dibuat dan komponen utama mana yang harus disertakan. Pertama, mari kita lihat bagian dari konten VR.

konten virtual reality
Source: VeeR VR

komponen konten VR

Ada beberapa aspek yang mungkin perlu dipertimbangkan saat membuat aplikasi virtual reality.

Ruang virtual

Ruang virtual adalah elemen utama dari seluruh pengalaman VR. Itulah yang dilihat pengguna saat mereka memakai headset VR mereka.

Ruang VR dapat menciptakan kembali lingkungan nyata atau lanskap yangbenar-benar fiktif. Hal utama adalah harus tiga dimensi, mengelilingi pengguna, dan responsif terhadap tindakan pengguna.

Dalam aplikasi seperti tur virtual, ruang VR akan mewakili situs nyata, seperti apartemen yang ingin mereka sewa, hotel yang akan mereka tinggali, atau objek wisata yang akan mereka kunjungi.

Di aplikasi jenis lain, seperti simulator atau game, ruang VR dapat sepenuhnya terdiri dari grafik dan model yang dibuat oleh seniman 3D.

Pengalaman imersif

Ketika konten virtual reality digambarkan untuk menciptakan pengalaman imersif, itu berarti aplikasi VR mampu membuat pengguna lupa bahwa dunia di sekitar mereka hanya ada di dalam perangkat headset VR mereka. Pengguna merasa menjadi bagian dari ruang virtual, berada di tengahnya.

Perasaan imersif dicapai melalui interaksi dengan banyak indera, seperti penglihatan, pendengaran, dan sensasi sentuhan.

Saat semua indera menerima persepsi sedang berada di dalam ruang virtual, pengguna merasa benar-benar tenggelam di dalam VR dan terputus dari dunia nyata.

Feedback sensorik

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, indera memainkan peran utama dalam menciptakan pengalaman yang sepenuhnya imersif ketika menikmati konten virtual reality. Dengan menstimulasi indera, aplikasi VR mentransfer pengguna ke dalam ruang virtual menggantikan dunia nyata.

Semua aplikasi virtual reality, dari yang paling sederhana hingga yang paling canggih, pasti melibatkan stimulasi visual. Bahkan tur dasar VR, meski tidak menyertakan suara atau sensasi sentuhan apa pun, akan memiliki konten visual dalam bentuk ruang virtual.

Aplikasi VR yang lebih canggih, seperti game atau pelatihan virtual, juga dapat memuat suara dan merespons gerakan dan posisi pengguna.

konten virtual reality
Source: Road to VR

Interaktivitas

Kemampuan untuk berinteraksi dengan ruang virtual meningkatkan rasa imersif. Dalam konteks ini, interaktivitas berarti kemampuan ruang virtual untuk menanggapi tindakan pengguna.

Dalam virtual reality, interaktivitas dapat terdiri dari dua jenis utama:

  • Navigasi, di mana VR merespons gerakan pengguna. Kategori ini dapat dibagi lagi menjadi interaktivitas posisi (kiri-kanan, atas-bawah, maju-mundur) dan interaktivitas rotasi (menggeser, memiringkan, memutar).Kuncinya adalah membuat konten visual yang merespons tanpa jeda atau lag. Jika tidak, itu akan merusak pengalaman imersif.
  • Manipulasi, di mana pengguna dapat memanipulasi objek dalam ruang virtual. Ini adalah jenis VR yang lebih canggih, karena melibatkan model 3D dari objek yang dapat berinteraksi.

Cara membuat konten VR

Mari kita lihat bagaimana berbagai jenis konten VR dapat dibuat dan apa yang diperlukan untuk membuatnya.

Video 3D

Video 3D digunakan untuk membuat ulang lanskap dunia nyata dalam virtual reality. Ini lebih mudah daripada mengembangkan grafik dan menggabungkannya.

Untuk merekam video 3D, diperlukan kamera 360 derajat khusus. Terdapat banyak pilihan kamera yang cukup beragam di pasaran dengan harga yang berbeda-beda.

Namun, memfilmkan video 360 derajat saja tidak cukup untuk mendapatkan konten yang dapat digunakan di aplikasi VR. Konten harus diedit dengan benar, dan memerlukan perangkat lunak khusus.

Solusi pengeditan video 3D paling populer adalah VideoStitch Studio. Alat ini memungkinkan pembuatan video imersif dengan sinkronisasi, resolusi, dan kalibrasi yang diperlukan.

Animasi 3D

Agar aplikasi VR dapat membawa pengguna ke dunia virtual yang lengkap, dunia virtual perlu dibangun sendiri. Menggunakan teknik animasi 3D, ruang yang sepenuhnya imersif dan interaktif tempat pengguna dapat memindahkan dan memanipulasi objek dalam virtual reality dapat dibuat.

Membangun ruang 3D memerlukan software khusus. Perusahaan yang bekerja di sektor VR hampir dengan suara bulat setuju bahwa posisi populer animasi 3D ditempati oleh Unity dan Unreal Engine.

Kedua platform dapat digunakan untuk membuat animasi, model, dan interior 3D kaya fitur yang kuat, dengan Unreal Engine sedikit lebih cocok untuk pengembangan game VR.

Baik Unity dan Unreal Engine, keduanya adalah toolkit lintas platform yang memungkinkan untuk membangun aplikasi VR yang berjalan di iOS, Android, dan berbagai sistem operasi desktop.

konten virtual reality
Source: Game-Ace

Bagaimana cara mencapai pengalaman terbaik dengan konten VR?

Dalam membuat konten visual, terutama jika mengharapkannya untuk merangsang banyak indera manusia pada saat yang bersamaan, setiap detail kecil sangatlah penting.

Apa yang harus dipertimbangkan saat membuat konten VR?

Konten visual berkualitas tinggi

Cobalah untuk menghadirkan kualitas, ketajaman, dan resolusi terbaik dari video atau gambar dari konten vr yang dibuat. Ini sangat penting jika merencanakan aplikasi VR yang sangat interaktif.

Konten visual yang direkam dengan buruk atau diproses dengan tidak benar dapat membuat pengguna merasa pusing atau tidak nyaman, dan itu akan menjadi akhir dari aplikasi VR.

Karena itu, perhatikan kualitas dan uji aplikasi VR sebelum dirilis.

Efek suara

Konten audio mungkin sama pentingnya dengan video untuk peningkatan pengelaman imersif. Beberapa musik latar atau narasi di aplikasi VR untuk properti, deskripsi audio, dan hal-hal sederhana di aplikasi VR tur, instruksi bersuara di aplikasi pelatihan VR, dan, tentu saja, semua jenis suara di game VR. Dengan cara ini, akan melibatkan pendengaran pengguna selain penglihatan untuk menciptakan pengalaman imersif dalam aplikasi VR.


Segala hal yang berkaitan dengan pengalaman pengguna memang harus dibuat dengan maksimal. Pengalaman yang buruk tentunya akan membuat mereka tidak ingin menggunakannya lagi.

Kunjungi selalu metaNesia untuk mendapatkan informasi mengenai penerapan teknologi virtual reality lainnya.