Mengemudi dengan Augmented Reality, Bagaimana Rasanya?

Mengemudi dengan Augmented Reality, Bagaimana Rasanya?

mengemudi dengan augmented reality
Mobil BMW i8 (Wikimedia Commons)

Head-up display (HUD) merupakan fitur teknologi untuk menampilkan data real time seputar performa mobil seperti konsumsi BBM, kecepatan, dan hiburan. Adanya fitur head-up display akan memberi kamu lebih banyak informasi dan hiburan saat mengemudi. Menariknya, head-up display nantinya akan semakin canggih dengan dukungan teknologi augmented reality.

BMW baru-baru ini meluncurkan mobil konsep barunya i Vision Dee, mobil tersebut memungkinkan kita mengemudi dengan augmented reality. Pengemudi bisa memilih seberapa banyak informasi yang bisa mereka lihat dengan augmented reality (AR) saat mereka menyetir.

Kamu selaku pengemudi dapat memilih informasi berkendara secara digital dari teknologi augmented reality. Saat mengemudi, kamu bisa menikmati sensasi pengalaman virtual yang terhubung dengan dunia nyata. Teknologi ini bisa mendukung mobil untuk mengemudi secara autopilot tanpa perlu campur tangan manusia.

Kerennya, fitur baru ini hanyalah salah satu dari banyak penerapan augmented reality yang mungkin akan segera ada di dalam mobil BMW. Kita belum tahu pasti apakah teknologi AR yang digunakan dilengkapi dengan kamera atau sensor.

Gregory Thomas selaku Direktur Center for Design Research di Universitas Kansas menyebutkan kemajuan teknologi dalam industri otomotif telah berkembang jauh dari hanya sekedar sistem untuk hiburan.

Gregory menyinggung dengan menggunakan teknologi yang sudah jauh berkembang, para produsen otomotif mengadaptasinya agar bisa membantu pengemudi.

BMW i Vision Dee, mengemudi dengan augmented reality semakin mudah

mengemudi dengan augmented reality
Ilustrasi head-up display (Flickr/Touring Club Suiss)

Kata “Dee” dalam BMW i Vision Dee merupakan singkatan dari “Digital Emotional Experience“. Sesuai dengan namanya, kita bisa menikmati pengalaman digital virtual dengan mobil konsep ini.

Kendaraan konsep BMW tersebut menggunakan seluruh kaca depan sebagai layar head-up display untuk menampilkan informasi yang tersalur dari teknologi AR dan headunit. BMW memadukan fungsi dasbor dengan sistem infotainment serta memasukkan fitur augmented reality.

Kendaraan ini juga dilengkapi slider switch untuk memudahkan pengemudi mengatur informasi yang ditampilkan di layar. Layar head-up display akan tetap mati hingga pengemudi menyalakannya melalui slider switch.

“Dengan BMW i Vision Dee, kami menunjukan potensi yang terjadi saat teknologi canggih dari hardware dan software digabungkan”, ujar Oliver Zipse , Chairman of the Board of Management BMW AG.

Adanya teknologi canggih seperti artificial intelligence, virtual reality, dan augmented reality membuka potensi digitalisasi untuk membawa industri otomotif membuat intelligent vehicle.

Pabrikan lainnya yang sudah mengintegrasikan pengalaman mengemudi virtual dengan dunia nyata melalui AR

mobil masa depan
Ilustrasi mobil masa depan (PxHere/asawin)

BMW bukanlah pabrikan pertama yang membawa otomotif dengan augmented reality. Pabrikan lainnya seperti Mercedes-Benz, Kia, Cadillac, VW, dan Honda juga telah mengintegrasikan AR ke dalam beberapa produk mereka. Teknologi yang mendukung AR seperti head-up display juga sudah ada di mobil selama bertahun-tahun sebelumnya. 

Kamu tidak perlu segera membeli kendaraan baru untuk mendapatkan pengalaman AR sambil mengemudi. Pabrikan aksesoris mobil, Harman baru-baru ini meluncurkan head-up display AR yang bisa dipasang di berbagai mobil.

Produk Harman tersebut bernama Ready Vision yang merupakan serangkaian produk perangkat keras dan lunak augmented reality dalam bentuk HUD. Perangkat tersebut dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan kesadaran pengemudi.

Gregory mengatakan keunggulan i Vision Dee dari mobil augmented reality lainnya adalah jumlah jendela yang digunakan model BMW sebagai layar untuk menampilkan informasi. BMW menggunakan seluruh kacanya dimana pabrikan lainnya hanya menggunakan sebagian kaca. Selain itu, jendela BMW juga bisa diburamkan atau digelapkan sesuai preferensi.

“Itu sedikit menakutkan, tergantung pada apa yang mereka proyeksikan. Mungkin lebih relevan untuk aplikasi balap memiliki info yang lebih signifikan, tetapi untuk aplikasi mengemudi sehari-hari, semakin kecil semakin baik,” tambahnya. “Memperbesar orang dengan penglihatan yang buruk memang membantu.”

Parks memiliki pandangan yang lebih optimis tentang augmented reality untuk mobil, mengatakan AR dalam mobil “memiliki potensi untuk mengurangi gangguan dan meningkatkan keselamatan dengan menempatkan informasi di mana pengemudi dapat menggunakannya tanpa mengalihkan perhatian mereka dari jalan.”

Mobil AR bisa menjadi masa depan otomotif

head up display ar
Mengemudi dengan augmented reality (DynaGrace)

Danny Parks selaku Vice President dari perusahaan mixed reality, Trigger XR meramalkan bahwa tampilan augmented reality di kendaraan akan menjadi lebih interaktif dan berfokus pada hiburan di masa mendatang. Tentunya hal ini juga didukung oleh teknologi yang semakin maju seperti sensor dan kamera AR.

Hal ini dapat dilakukan menggunakan smart display yang bisa menggantikan fungsi jendela, kacamata AR, atau headset virtual reality. Begitu pengendara dapat melihat konten digital tanpa kendala, Mereka akan dapat sepenuhnya menghubungkan dunia nyata dengan ruang informasi digital.”

Terlepas dari integrasi pengalaman virtual dengan dunia nyata, Thomas memperingatkan bahwa sistem augmented reality untuk mobil membawa risiko. 

Thomas menyebutkan fitur kustomisasi untuk pengemudi merupakan faktor penting untuk bisa menerapkan AR. Bayangkan saja jika nantinya banyak notifikasi informasi muncul seperti peringatan dan panggilan. Hal ini bisa mengganggu mengemudi dan tidak berfokus melihat jalan.


Tertarik dengan augmented reality, virtual reality, atau teknologi lainnya? Ayo kunjungi blog metaNesia!

Bagikan ini: