Sempat Viral, Mengapa NFT Foto Selfie Ghozali bisa Terjual Miliaran Rupiah?
Beranda /
Blog /
Sempat Viral, Mengapa NFT Foto Selfie Ghozali bisa Terjual Miliaran Rupiah?
13 Januari 2023

Sempat Viral, Mengapa NFT Foto Selfie Ghozali bisa Terjual Miliaran Rupiah?

NFT Foto Selfie Ghozali
Sumber: Liputan 6

Pada awal tahun 2022 lalu, masyarakat Indonesia digemparkan oleh seorang mahasiswa bernama Ghozali yang berhasil menjual NFT foto selfie dirinya dengan harga fantastis. NFT foto selfie Ghozali ini kemudian menjadi viral dan banyak diperbincangkan.

Non-fungible token merupakan aset digital yang bisa menjadi tanda kepemilikan atas suatu barang. NFT menggunakan teknik kriptografi dan teknologi yang sama seperti mata uang kripto yaitu blockchain.

Kamu bisa memiliki karya seni digital yang memiliki berbagai keuntungan eksklusif jika kamu membeli non-fungible token. Selain berbagai keuntungannya, aset digital ini juga bisa dijual kembali dengan harga yang tinggi seperti NFT Ghozali.

NFT Ghozali Everyday

NFT Ghozali Everyday
Sumber: Kompas.com

Ghozali merupakan seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro. Selain menjadi mahasiswa, ia telah aktif membuat NFT sejak lama di marketplace OpenSea

Semenjak tahun 2017, Ghozali mulai mengambil foto selfie setiap harinya untuk kemudian di unggah menjadi NFT. Selama 5 tahun berswafoto hingga tahun 2021, jumlah foto selfie Ghozali mencapai 933. Foto-foto tersebut dijadikan NFT dan dijual pada marketplace OpenSea.

Ghozali menamakan koleksi NFT foto selfie miliknya berjudul Ghozali Everyday. Uniknya, hampir setiap ekspresi wajah di foto yang ada pada NFT tersebut terlihat datar.

Aset NFT Ghozali Everyday yang paling mahal adalah Ghozali_Ghozalu #528 yang terjual dengan harga menakjubkan untuk sebuah foto selfie. Ghozali_Ghozalu #528 berhasil terjual seharga 66,346 mata uang kripto Ethereum atau sekitar 3,1 triliun rupiah.

Aset NFT tersebut dimiliki oleh seorang pengguna OpenSea bernama sonbook. Pengguna tersebut membeli NFT Ghozali nomor #528 dari pengguna OpenSea lain bernama NOLRAMISM. sonbook membeli NFT ini dengan harga yang murah seharga 0,399 Ethereum atau sekitar 18 juta rupiah.

Mengapa NFT foto selfie Ghozali memiliki harga yang mahal?

Sumber: detikInet

Lalu mengapa foto selfie sederhana milik Ghozali menarik di mata pembeli dan bisa terjual dengan mahal?

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Umum dari Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda menyebutkan terdapat tiga faktor mempengaruhi harga aset NFT.

Faktor yang pertama adalah barang tersebut unik dan langka sehingga sehingga membuat nilai NFT lebih tinggi. Kedua, NFT tersebut memiliki nilai tambah dan dapat ditawarkan kepada pemegang NFT lainnya dengan harga tinggi. Menurut Teguh, NFT dengan karakteristik unik dan langka atau memiliki nilai tambah biasanya dibanderol dengan harga tinggi.

NFT bernilai lebih tinggi juga dapat ditawarkan kepada kolektor NFT bernilai lebih tinggi. Contoh dari kedua hal tersebut bisa dilihat pada NFT tweet pertama milik Jack Dorsey. Tweet pertama di dunia diposting oleh Jack Dorsey. Namun NFT-nya bukan di unggah oleh Jack, melainkan bos dari Oracle yang mengunggah NFT ini di marketplace.

Tweet ini memiliki nilai sentimen tinggi karena merupakan tweet pertama dan tertua di dunia. Karena hal tersebut, tweet ini sangat langka dan memiliki nilai tambah. Tweet ini pun berhasil dijual oleh bos Oracle ke kolektor NFT lainnya seharga 689 miliar rupiah.

Ketiga adalah elemen komunitas yang kuat. Teguh menyebutkan faktor komunitas juga mempengaruhi harga NFT karena karya NFT akan sukses jika dibangun atas dasar kepentingan dan keinginan yang sama dari berbagi individu.

NFT dari selebriti ternama atau kreator yang terus menciptakan karya baru juga diyakini akan menaikkan harga aset NFT. Dalam kasus Ghazali, faktor langka dan unik menyebabkan harga NFT-nya naik.

Tidak ada yang terpikir untuk mengunggah ratusan koleksi foto selfienya ke marketplace OpenSea, tetapi dengan Ghozali melakukan hal tersebut, ternyata pasar menyukainya.

Hal ini juga diakui oleh CEO DeBio Network Pandu Satrowardoyo. Menurut Pandu, foto selfie Ghazali memiliki nilai unik, yakni digunakan sebagai aset Non-fungible token. Ini karena Ghazali telah berswafoto selama bertahun-tahun dan merupakan pionir di bidang ini.

Apakah NFT memiliki strandarisasi harga?

bored ape yacht club
Sumber: Decrypt

Sebenarnya, teknologi blockchain tidak memiliki patokan harga standar untuk NFT. Apalagi jaringan blockchain publik pada marketplace NFT.

Pandu menjelaskan seluruh transaksi NFT bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa izin, karena konsep dasar dari blockchain dan NFT adalah kepemilikan. Dengan demikian, pemegang NFT bebas menentukan harga NFT dari mereka.

Namun, bukan berarti NFT bisa dijual dengan harga tinggi begitu saja. Faktor permintaan pasar/pembeli dan minat terhadap NFT tersebut juga sangat berpengaruh. Seperti halnya Ghozali, foto selfie NFT miliknya bisa laku dengan harga tinggi karena banyaknya pembeli, yang berujung pada “konfirmasi harga” di pasar.

Nyatanya setelah Ghozali viral, banyak orang yang mengupload selfie hingga foto barang pribadinya menjadi NFT. Tetapi, tidak ada yang seberuntung Ghozali karena NFT foto lain hanyalah foto biasa dan tidak unik.

NFT tidak memiliki standarisasi produk

nft milik ghozali
Sumber: Geeky News

Mengapa Ghozali bisa menjual foto selfie miliknya? Bahkan, mengapa orang lain juga bisa mengunggah foto barang pribadi mereka menjadi NFT? Jawabannya adalah karena blockchain juga tidak mengatur standar produk NFT. Sehingga, foto apapun bisa dibuat sebagai aset digital dan dijual di marketplace NFT.

Pakar komunikasi dan budaya digital Universitas Indonesia, Firman Kurniawan juga menyatakan bahwa tidak ada referensi standar untuk harga produk berbasis blockchain seperti NFT.

Firman menyebutkan bahwa penentuan nilai NFT dilakukan oleh pengguna di platform terkait. Sama seperti barang-barang lain pada umumnya, harga produk NFT ditentukan antara penjual dan pembeli.

Sementara itu, kenaikan harga fantastis NFT terjadi karena sentimen dari aset digital tersebut. Jika orang-orang di platform dan komunitas NFT sedang membicarakan produk tersebut tentu akan meningkatkan nilai produk.

Ketika suatu produk seperti NFT diterima sebagai sesuatu yang bernilai, harga aslinya akan naik. Hal ini lah yang membuat orang membeli NFT Ghozali dengan harga yang terus naik. Menurut Firman, dalam pasar NFT pun, jika nilainya semakin tinggi maka semakin menarik untuk dimainkan. Karena ada harapan bisa dijual kembali saat harga sedang tinggi, dan tentunya bisa untung.


Tertarik untuk membeli NFT? Ayo cari NFT terbaik di Market metaNesia!