Selengkapnya Tentang Tren NFT di Indonesia dan Dunia!
Beranda /
Blog /
Selengkapnya Tentang Tren NFT di Indonesia dan Dunia!
14 November 2022

Selengkapnya Tentang Tren NFT di Indonesia dan Dunia!

Metaverse adalah dunia virtual yang segalanya berhubungan dengan aset digital. Di dalamnya kita dapat melakukan banyak hal termasuk melakukan transaksi, baik itu tanah yang pengguna ciptakan di dalam platform, maupun transaksi karya digital berupa NFT.

Sebagian mungkin sudah mengetahui apa itu NFT. Namun, kami ingin mengambil langkah mundur dan menjelaskan apa itu NFT dengan cara yang dapat dipahami semua orang.

Semoga setelah membaca ini, kamu akan memiliki semangat yang sama seperti kami mengenai NFT!

Di mana semuanya dimulai: Blockchains, cryptocurrency, dan Ethereum

Tren NFT
Source: Freepik

Salah satu penggunaan pertama untuk teknologi blockchain yang banyak menarik perhatian dari kita adalah Bitcoin, mata uang digital yang menghilangkan kebutuhan akan perantara (bank).

Bitcoin menarik karena membuktikan bahwa mata uang digital yang terdesentralisasi dapat benar-benar bekerja, di mana itu memecahkan sejumlah masalah. Bitcoin memungkinkan siapa pun untuk melakukan transaksi yang aman, transparan, dan dapat diverifikasi.

Blockchain pada dasarnya adalah basis data terdistribusi, memungkinkan untuk menyimpan informasi dengan cara yang aman dan dapat diakses publik. Karena blockchain didistribusikan, tidak perlu perantara, membuat cryptocurrency seperti Bitcoin menjadi mungkin dilakukan. Blockchains juga memberikan insentif untuk menghindari kecurangan.

Blockchain juga memberikan beberapa solusi menarik untuk masalah identitas digital, di mana setiap transaksi yang Anda lakukan di blockchain dikaitkan dengan alamat publik – sebuah pengenal anonim dan aman yang dapat digunakan berulang kali.

Dengan begitu, terlihat bahwa blockchain begitu powerfull, menghasilkan cryptocurrency pertama yang banyak digunakan. Namun, Bitcoin hanya sebatas mata uang saja, tak lebih dari representasi sebagai tempat suatu nilai. Sementara Bitcoin menggunakan blockchain sebagai tempat menyimpan catatan transaksi, di mana hal tersebut dapat dilihat sebagai potensi yang lebih besar.

Hasilnya adalah Ethereum, yang dibuat oleh Vitalik Buterin, yang menggunakan blockchain untuk mendesentralisasi informasi yang jauh lebih rumit. Ethereum kini digunakan untuk membuat cryptocurrency baru yang sering disebut sebagai ‘token’ dan aplikasi terdesentralisasi.

Lalu, apa yang dimaksud “fungible”?

Fungible yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “sepadan”. Maka, jika suatu barang memiliki nilai yang ‘sepadan’, maka dapat diganti atau ditukar dengan barang serupa. Mata uang fiat, seperti rupiah, memiliki nilai yang sepadan, seribu rupiah dapat ditukar dengan uang rupiah lainnya yang bernilai sama. Token cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum semuanya sepadan karena satu token dapat ditukar dengan token lainnya. Satu-satunya hal yang berubah adalah catatan di blockchain yang mendaftarkan transaksi.

Relevansi pada penjelasan di atas maka jika dua token tidak memiliki nilai tukar yang sama maka tidak dapat ditukarkan. Jadi mengapa non-fungible token (NFT) seperti demikian?

Jawabannya terletak pada data atau informasi yang tersimpan di dalam NFT
Diketahui bahwa Ethereum memungkinkan pengembang untuk mendesentralisasikan data yang lebih rumit.

Untuk mempermudah pemahaman yang kami maksud, mari kita bandingkan dua contoh barang yang memiliki nilai sepadan dan barang yang tidak dapat dipertukarkan karena tidak sepadan, contohnya uang rupiah dan tiket film.

Uang Rupiah

Ini jelas sepadan, karena jika seseorang memiliki seribu rupiah dan orang lainnya memiliki uang dengan nilai yang sama, mereka dapat bertukar uang tersebut dan tidak ada satupun dari mereka yang menjadi untung ataupun rugi dari sebelumnya.

Tiket Film

Sekarang, katakanlah Anda memiliki tiket untuk film The Raid dan teman Anda memiliki tiket untuk film Laskar Pelangi. Keduanya memiliki tiket, jadi ketika pertukaran dilakukan, tidak ada yang diuntungkan atau dirugikan bukan?

Namun pada kenyataannya, tidak sesederhana itu. Bukan berarti bahwa salah satu film lebih baik dari film lainnya. Meskipun setiap tiket berisi jenis informasi yang sama seperti jam tayang, nomor kursi, dan judul film. Informasi lain pada tiket dapat berbeda.

The Raid mungkin ditayangkan pada hari kamis yang membuat harganya hanya 40 ribu rupiah, sementara film Laskar Pelangi ditayangkan pada hari sabtu yang membuatnya lebih mahal. Dapat juga jika salah satu film merupakan film 3D dan film lainnya hanya film 2D yang lebih murah.

Karya yang Langka

NFT adalah manifestasi digital dari barang-barang seperti tiket film, memiliki segala macam kegunaan dan nilai yang tidak terduga.

NFT telah memberi seniman lebih banyak kontrol atas karya mereka, sehingga jauh lebih mudah bagi seniman untuk memonetisasi karya mereka. Karena kelangkaan yang dibuat oleh blockchain, pembeli dapat yakin bahwa karya seni yang mereka beli benar-benar langka. Hal tersebut memberikan nilai nyata pada seni digital yang sebelumnya belum pernah ada.

Sebagai contoh, CryptoPunk #7523 adalah karya seni avatar digital yang dihasilkan oleh duo pengembang yang menjalankan Larva Labs yang berbasis di Kanada . Aset langka ini berhasil menjadi NFT termahal di dunia karena satu-satunya CryptoPunk Alien dari sembilan lainnya yang menggunakan masker. NFT ini terjual dengan harga 11,75 USD atau setara Rp 168 miliar lebih.

NFT dan cryptocurrency juga dapat memungkinkan seniman menghasilkan uang dari penjualan karya berikutnya. Berkat catatan transaksi  yang tidak dapat diubah, toko seni digital atau platform jual-beli dapat dibuat yang memberikan persentase kepada seniman dari setiap penjualan.

Tren NFT di Indonesia

Tren Non-Fungible Token (NFT) di Indonesia meningkat setelah mahasiswa bernama Ghozali atau yang dikenal sebagai Ghozali Everyday ramai diperbincangkan. Foto selfie Gozali yang dalam bentuk NFT laku terjual dengan harga yang tinggi. Hal tersebut menjadi penyebab ia ramai dibicarakan. Sejak fenomena yang disebabkan pria tersebut, masyarakat Indonesia banyak yang tertarik untuk mengikuti jejak Ghozali dengan menjual karya foto sebagai NFT yang dijual di marketplace NFT global, OpenSea.

Metaverse dapat dianggap sebagai wadah yang lebih menarik bagi segala aktivitas yang berkaitan dengan NFT.  Jika sebelumnya NFT hanya sebatas karya digital yang dapat diperjualbelikan, metaverse menawarkan pengalaman yang lebih dari itu. Kamu dapat mengaplikasikan NFT yang kamu beli pada avatar yang digunakan, seperti pada metaNesia. metaNesia juga menerapkan prinsip Phygital (Physical & digital) di mana kamu dapat me-redeem digital itemnya ke dalam bentuk Physical yang di-support oleh Merchnesia.


Setelah membaca definisi mengenai NFT di atas, kamu dapat mengetahui akan token yang dapat digunakan di metaverse dan potensi yang dapat dihasilkannya. Penasaran bagaimana NFT dapat digunakan di metaverse? Klik di sini untuk mencobanya.

metaNesia, #WhereDreamsComeTrue