Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Animasi 3D
Beranda /
Blog /
Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Animasi 3D
5 December 2022

Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Animasi 3D

 

Animasi 3D
Source: Sculpteo

Mulai dari film hingga video game favorit, animasi 3D hadir di sebagian besar hal yang kita tonton dan nikmati. Teknologi terus meningkat, dan grafik kini menjadi lebih hidup, lebih tajam, dan lebih keren.

Industri hiburan bukan satu-satunya konsumen animasi 3D. Akhir-akhir ini banyak digunakan dalam pendidikan, kesehatan, arsitektur, periklanan, dan tentu saja pada metaverse. Dari berbagai jenis animasi, 3D adalah yang paling banyak diminati.

Sangat mudah untuk melihat mengapa orang menyukai animasi 3D. Grafiknya sangat menarik dan merupakan komunikator yang bagus. Tidak mengherankan jika banyak bisnis mengandalkan teknologi ini untuk menceritakan merek, membangun citra yang ramah, dan menarik lebih banyak pelanggan.

Di artikel kali ini, kita akan mengupas seputar animasi 3D, seperti perbedaannya dengan 2D, cara pembuatannya, dan beberapa tips dan trik.

Apa itu animasi 3D?

Animasi 3D adalah proses menempatkan objek dan karakter dalam ruang 3D dan memanipulasinya untuk menciptakan ilusi gerak. Objek dibuat berdasarkan model 3D yang diasimilasi dalam lingkungan digital dengan alat pemodelan 3D. Alternatifnya, objek kehidupan nyata dapat dipindai ke dalam komputer atau tablet animasi dan menjadi blueprint untuk objek animasi 3D.

Tujuan animator 3D adalah untuk memindahkan objek dan karakter dalam adegan tertentu dengan serealistis mungkin. Kamu dapat membuat karakter yang sempurna, tetapi jika gerakannya tidak rata, seperti robot, atau canggung, semua kerja keras yang dilakukan akan sia-sia, terutama jika untuk tujuan komersil. 

Itu sebabnya animator menghabiskan banyak waktu mempelajari prinsip-prinsip dasar gerak untuk membuat animasi mereka dapat serealistis mungkin.

Perbedaan antara animasi 3D dan 2D

Mungkin ada yang sudah berpikir bahwa dari penamaan pun sudah berbeda, tetapi mari kita kembangkan sedikit lagi tentang hal ini untuk menunjukkan perbedaan dalam proses pembuatannya. Seperti yang biasa kamu lihat, animasi 2D itu datar karena didasarkan pada bidang dua dimensi dengan sumbu x dan y. Animasi 2D menghasilkan gerakan melalui rangkaian adegan 2D yang cepat.

Animasi 3D dilakukan dengan membuat model 3D dan menggerakkannya dalam pengaturan tiga dimensi. Penambahan sumbu ketiga memberi lebih banyak ruang untuk bergerak dan mengatur objek dalam sebuah adegan, membuat animasi suatu karakter menjadi lebih fleksibel.

Proses Animasi 3D

Sekarang, bagaimana cara kerja animasi 3D? Saat pra-produksi, tidak terlalu jauh dari animasi 2D. Dimulai dengan mengembangkan alur cerita dari ide yang muncul, scriptwriting, storyboard,  membuat sketsa karakter 3D, dan menganimasikan storyboard. Setelah selesai menyelesaikan pra-produksi, masuk ke bagian produksi dan pasca produksi.

Proses animasi 3D secara keseluruhan cukup rumit, tetapi inilah proses utama yang dapat kamu simak.

Baca juga: 15 Rekomendasi Software Terbaik untuk Membuat Konten 3D di Tahun 2022

Tahapan pra produksi

Hasilkan ide

Membuat animasi 3D, apalagi di studio animasi 3D profesional, mengikuti prosedur tertentu yang melibatkan banyak langkah yang saling berhubungan. Titik awal untuk setiap animasi 3D adalah fase pembuatan “ide” . Ide ini meliputi banyak aspek, seperti cerita, naskah, bahkan susunan keseluruhan proyek yang akan dibuat. Ide dapat dihasilkan oleh siapa saja, bisa oleh perancang keseluruhan proyek, atau bahkan dari animator itu sendiri. Yang terpenting dari semuanya adalah ide yang dihasilkan harus kuat, agar bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Pembuatan cerita

Cerita dan kisah selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup manusia. Kita semua adalah pendongeng, bercerita setiap hari, baik untuk diri sendiri atau menghibur orang lain.  Sebuah cerita pada dasarnya adalah penggambaran sebuah perjalanan di mana kita mengikuti karakter atau sekelompok karakter saat mereka mengejar sesuatu dengan rintangan tertentu. Melalui cerita, kita dapat menceritakan peristiwa nyata atau hal imajiner. Dapat melibatkan orang-orang nyata atau karakter khayalan.

Dalam hal bercerita, animasi 3D adalah media yang bagus di mana bahkan hal terkecil pun dapat disesuaikan. Agar penonton benar-benar merasa terlibat, cerita harus memiliki standar tertentu seperti karakter yang dikembangkan dengan baik, konflik yang dirancang dengan epik, dan kesimpulan yang memuaskan.

Membangun semua elemen dinamis ini dan merangkainya menjadi cerita yang seperti nyata dengan kekuatan dapat menarik minat penonton melalui animasi 3D, dapat menghabiskan banyak waktu dan energi, tetapi itu pasti sepadan.

Pembuatan naskah (scriptwriting)

Naskah adalah bentuk cerita yang formal dan tertulis. Pergerakan dasar, lingkungan, waktu, tindakan, dan dialog pada karakter ditranskripsikan dalam naskah. Dengan melihatnya, tim praproduksi dan produksi yang berbeda dapat memiliki pemahaman yang jelas tentang keseluruhan cerita dan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk melakukan bagian mereka dengan cepat dan tepat. Skrip terakhir akan menjadi struktur referensi untuk langkah selanjutnya dari jalur produksi, yaitu Storyboard.

Sama seperti live-action, setiap bagian besar yang berlangsung dalam animasi 3D harus ditranskripsikan ke dalam skrip. Ini termasuk apa pun yang akan dilihat dan didengar oleh penonton animasi 3D secara mendetail; seperti dialog, efek suara, partitur musik, fade, transisi, deskripsi, dll.

Sebuah skrip terdiri dari 3 elemen utama:

  • Lokasi
  • Tindakan/aksi
  • Dialog

Adapun bagian tambahan, seperti:

  • Timestamp
  • Efek audio, dan
  • Bagian adegan

Papan cerita (storyboard)

Setelah kamu mendapatkan ide bagus, membentuk cerita, dan mengubahnya menjadi naskah, saatnya membuat papan cerita, atau yang biasa dikenal dengan istilah storyboard. Sebuah storyboard pada dasarnya adalah rangkaian gambar berdasarkan naskah, yang akan digunakan sebagai panduan visual sepanjang alur produksi animasi.

Pada dasarnya, standar storyboard berisi tiga kategori informasi utama:

  • Urutan adegan untuk bercerita
  • Hal yang akan didengar atau dilihat penonton di layar
  • Informasi teknis yang disediakan untuk setiap adegan

Ide awal penempatan kamera, transisi, efek visual untuk menyempurnakan setiap bidikan, catatan audio, dan beberapa pose karakter utama atau peristiwa pada adegan adalah beberapa elemen yang disertakan dalam storyboard. Ini adalah bagian penting bagi seluruh tim untuk mengetahui bagaimana tampilan dan nuansa akhir animasi.

Animatik

Sebelumnya kamu sudah mengetahui dasar-dasar storyboard dan perannya yang menentukan dalam tahapan animasi 3D sebagai representasi visual pertama. Namun, ada satu hal yang tidak benar-benar terpenuhi pada tahapan storyboard, dan itu adalah penggambaran gerakan dan waktu.

Jadi langkah selanjutnya dalam fase praproduksi adalah “animasi” dengan menggabungkan panel storyboard yang berurutan, menyesuaikan waktu yang tepat, menambahkan voiceover, dialog, atau soundtrack.

Mari kita lihat sekilas definisi dan fitur utama dari animatik yang sukses untuk animasi 2D dan 3D.

Animatik hanyalah storyboard animasi dengan suara. Satu hal yang tidak dilakukan pada tahap storyboard adalah penggambaran gerakan dan waktu. Di sisi lain, animatik adalah tahapan praproduksi yang memberikan representasi yang tepat dari setiap panjang pengambilan gambar dengan menghitung waktu pada storyboard. Ini menciptakan tahapan unik untuk menguji keseluruhan aliran visual dan waktu proyek, juga memeriksa apakah makna yang dimaksud tersampaikan atau tidak.

Tahapan produksi

Susunan 3D (layout)

Setelah mengetahui tahap desain dalam animasi 3D, sekarang saatnya untuk melangkah ke tahap produksi. Langkah pertama dalam tahap produksi adalah layout animasi 3D. Proses layout animasi 3D dapat dimulai segera setelah geometri proksi dari model akhir siap dalam bentuk dasar tetapi dengan skala yang tepat. Oleh karena itu bahkan prosesnya bisa dimulai pada tahap pra produksi dan berlanjut ke pasca produksi.

Layout dalam animasi 3D pada dasarnya adalah versi 3D dari animatic beresolusi rendah dengan model proxy. Model proxy adalah representasi dasar dari akhir model 3D dengan bentuk dan ukuran yang tepat, digunakan untuk mendemonstrasikan cerita secara visual. Model proxy plus informasi dasar seperti pergerakan karakter atau arah, adalah semua yang diperlukan untuk memulai proses layout. Ini adalah langkah pertama dalam tahapan produksi, di mana layout artist memutuskan apa yang akan ditampilkan di layar berdasarkan storyboard dan/atau animasi dan instruksi dari project manager atau sutradara.

Baca juga: 15 Rekomendasi Software Terbaik untuk Membuat Konten 3D di Tahun 2022

Modeling

Sebelum kita dapat memiliki adegan yang berfungsi dengan interaksi karakter, pertama-tama kamu perlu membangun karakter 3D. Dasar model 3D adalah kumpulan titik, garis, dan kurva yang disusun sedemikian rupa untuk memetakan suatu objek. Komputer melihat model sebagai bentuk geometris yang murni. Baru setelah warna dan tekstur ditambahkan, karakter mulai menyerupai objek nyata.

Sama seperti manusia dan hewan, karakter membutuhkan kerangka yang dapat dikontrol untuk dapat bergerak. Rigging adalah proses pembuatan kerangka itu. Setelah kerangka terbentuk, model 3D (juga disebut skin) dipasang ke rig untuk menyiapkan karakter untuk dipindahkan.

Texturing

Sebelumnya, kita membahas langkah kedua dalam tahap produksi  animasi 3D, yaitu 3D modeling. Langkah selanjutnya adalah tahapan texturing. Sebelum masuk pada tahapan ini, 3D modeling biasanya dalam warna default abu-abu datar. Untuk menambahkan warna, desain, dan tekstur ke model 3D, gambar 2D harus diletakkan di atasnya. Keseluruhan atribut warna dan permukaan model 3D seringkali merupakan hasil dari proses ini.

Untuk melakukannya, berbagai software dan/atau teknik dapat digunakan. Melukis tekstur dengan tangan atau bahkan menggunakan foto asli untuk menciptakan tampilan yang mendetail atau realistis adalah salah satu opsi yang dapat digunakan untuk menambahkan tekstur pada model.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, objek yang dibuat dalam komponen 3D modeling dari proses 3D biasanya dalam warna default abu-abu datar . Tekstur 3D sebenarnya adalah seni memoles model 3D dengan gambar 2D. Texture artist bertanggung jawab untuk menerapkan atribut warna dan permukaan ke objek 3D. Tujuan umumnya adalah untuk membuat permukaan model cocok dengan desain konsepnya atau padanan pada dunia nyata.

Misalnya, jika model seharusnya mewakili dinding bata, tugas texture artist akan memastikan dinding bata 3D memiliki warna dan properti permukaan yang sama dengan dinding bata dunia nyata saat dirender. Contoh yang sama dapat dibuat dengan meja kayu atau jendela kaca yang mengkilap.

3D rigging

Rigging, juga dikenal sebagai menganimasikan kerangka, teknik untuk menentukan rentang aksi dan gerakan karakter model 3D. Rigging artist menerapkan teknik ini dengan menggunakan rangkaian tulang yang saling berhubungan. Poin terpenting yang harus kamu tekankan adalah bahwa rigging bukanlah fitur unik yang diperuntukkan hanya untuk model manusia, kamu dapat me-rigging objek apa pun.

3D VFX

Ketika berbicara tentang efek visual, mungkin kamu akan berpikir tentang suatu tabrakan yang menakjubkan dan ledakan yang indah. Namun definisi efek visual atau VFX sedikit berbeda di ranah animasi 3D. Seorang animator 3D menganimasikan hampir semua hal kecuali elemen seperti rambut, bulu, air, api, kain, debu, dll, yang dibuat selama tahap VFX dari saluran produksi animasi 3D.

3D VFX, bersama dengan lighting dalam animasi dan rendering sebenarnya adalah tahap akhir dari tahap produksi animasi 3D. Tahapan ini terkait erat satu sama lain. Faktanya, kualitas VFX yang kamu buat sangat bergantung pada mesin render yang digunakan, serta lighting yang menyinari efeknya.

Pada dasarnya, tahap VFX berkaitan dengan pembuatan gerakan yang kompleks atau elemen yang terlalu sulit dan bahkan tidak mungkin untuk dianimasikan secara manual. Dalam kebanyakan kasus, 2D VFX dalam prosesnya dapat dengan mudah diselesaikan. Namun elemen seperti rambut, bulu, cairan, kain, dan ledakan biasanya perlu disimulasikan dalam lingkungan 3D.

Simulasi fisika biasanya dilakukan untuk melakukan kalkulasi yang diperlukan untuk mensimulasikan gerakan berdasarkan faktor yang ditetapkan oleh VFX artist, termasuk gravitasi, angin, dll. Simulasi yang kompleks ini membutuhkan banyak pemrosesan data dan sulit untuk dimanipulasi.

Namun, perkembangan terkini dalam teknologi hardware dan software telah membuat efek visual 3D yang terjangkau jauh lebih mudah diakses daripada sebelumnya untuk pemain industri yang lebih kecil.

Pencahayaan (lighting)

Sebagai tiga tahap akhir dari tahap produksi animasi 3D, VFX 3D, pencahayaan, dan rendering saling terkait erat. Proses ini adalah salah satu elemen terpenting dari setiap representasi visual. Lighting dalam animasi 3D sangat mirip dengan lighting dalam fotografi atau pembuatan film.  Lighting artist mengatur kombinasi sumber cahaya untuk menarik fokus ke bagian khusus, mengatur suasana keseluruhan pemandangan, atau mewakili sifat alami pemandangan seperti waktu yang ingin digambarkan.

3D lighting adalah kumpulan alat dan teknik yang digunakan untuk mensimulasikan cahaya dalam lingkungan 3D yang dihasilkan komputer. Teknik 3D lighting menawarkan sejumlah besar fleksibilitas mengenai tingkat detail dan fungsionalitas. Mereka juga beroperasi pada tingkat kompleksitas yang berbeda. 3D lighting artist dapat memilih dari berbagai sumber cahaya, efek, alat, dan teknik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sama seperti fotografi atau pembuatan film, tahap lighting pada animasi 3D adalah tentang membuat adegan atau urutan 3D terlihat dengan cara tertentu melalui pengaturan berbagai sumber cahaya. Pencahayaan sangat penting dalam animasi 3D karena harus mendukung cerita, menyampaikan suasana, dan juga secara visual menggambarkan lokasi, waktu, dan bahkan cuaca secara meyakinkan.

Rendering

Rendering memiliki peran penting dalam setiap alur produksi animasi 3D. Ini adalah langkah terakhir dari fase produksi dan salah satu aspek produksi 3D yang paling kompleks secara teknis umum, yang terkait erat dengan 3D lighting dan prosedur VFX.
Selama proses rendering, apa yang telah dilakukan dalam 3D modeling, rigging, animation, shading, texturing, VFX, dan lighting akan digabung menjadi satu dan di-render.

Sederhananya, 3D rendering adalah proses menghasilkan gambar berdasarkan data tiga dimensi yang disimpan di komputer. Ini seperti memotret atau memvideokan adegan 3D virtual.

Hardware dan software pada proses rendering melakukan sejumlah perhitungan matematis untuk menerjemahkan data adegan 3D menjadi gambar. Oleh karena itu, seluruh tampilan render di akhir ditentukan oleh modeling, texturing, shading, lighting, dan informasi animasi yang digabungkan bersama dan di-render, piksel demi piksel.

Pascaproduksi

Pengkomposisian (compositing)

Tahapan pra-produksi dan produksi telah dibahas sebelumnya. Berikutnya adalah tahapan pasca produksi. Pada tahap ini, sentuhan akhir ditambahkan agar terlihat halus dan profesional. Yang diberi tanggung jawab pada bagian ini memiliki sejumlah alat yang dapat membentuk tampilan proyek dengan cara apa pun yang mereka inginkan tanpa harus merender keseluruhan proyek lagi.

Langkah pertama pada tahapan pasca produksi animasi 3D disebut pengomposisian. Pada tahapan ini melibatkan pengambilan render pass dari tahap produksi dan menggabungkannya bersama atau mencampur gambar tambahan atau lapisan penyesuaian, untuk membuat komposisi yang lebih kohesif.

Prosesnya bisa sesederhana menyatukan dua lapisan, atau serumit mencocokkan ratusan lapisan dan menyesuaikan propertinya seperti kedalaman bidang dan warna. Di sinilah tampilan akhir animasi benar-benar menyatu. Beberapa efek visual 2D juga dapat ditambahkan jika diperlukan.

Editing

Proses pengeditan di tahap pascaproduksi melibatkan penyatuan potongan animasi dalam urutan peristiwa yang benar. Semua proses di poin-poin sebelumnya digabungkan bersamaan dengan semua elemen yang ada, termasuk suara voice over, musik, dan juga efek suara. Dalam tahap ini juga, editor dan director akan bekerja sama untuk menentukan hasil dari akhir animasi 3D, sehingga sesuai dengan rencana awal dan tujuan dari animasi 3D dibuat.

2D VFX

2D VFX adalah bagian dari pascaproduksi dan terkait erat dengan tahapan lain dari fase yang sama, seperti komposisi, koreksi warna, dan proses render. Sehingga, penyusun dan 2D VFX artist dari sebuah proyek bisa dari orang yang sama.

Efek visual 2D sebenarnya adalah simulasi datar dari peristiwa yang awalnya terjadi di lingkungan tiga dimensi. Tetapi sebagian besar, tidak perlu membuatnya kembali dalam bentuk 3D karena mereka hanya perlu bergerak di bidang permukaan (layar).

Koreksi warna (color correction)

Koreksi warna adalah bagian penting dari tahapan pascaproduksi animasi 3D dan salah satu proses terakhir dalam tahapan pembuatan animasi 3D. Menggunakan alat paling canggih untuk menyesuaikan warna, dan juga cahaya dan kontras gambar. Mengoptimalkan pemandangan untuk menetapkan tampilan yang diinginkan.

Hasil akhir dari komponen rendering mungkin sudah terlihat bagus, tetapi koreksi warna sangat baik untuk menjadikannya lebih baik lagi. Tahapan khusus ini berasal dari fakta bahwa warna, secara umum, memiliki peran yang kuat dalam industri kreatif, terutama dalam proses animasi. Berbagai macam emosi dan juga makna dapat diungkapkan atau ditimbulkan melalui warna. Bahkan perubahan terkecil dalam pewarnaan suatu pemandangan dapat menyampaikan pesan yang sangat berbeda.

Tip dan Trik Animasi 3D

Memang benar bahwa animasi 3D bisa menjadi proses yang melelahkan, ada banyak tip dan trik untuk membuat alur kerja lebih lancar. Tentu saja, proses kerja akan menjadi lebih cepat dan lebih produktif dengan semakin banyaknya pengalaman yang kamu dapatkan.

Teknologi selalu berkembang, ada pembaruan yang konstan, software komputer terbaru, fitur yang ditingkatkan, dan terkadang sulit untuk mengikutinya. Tetapi jika kamu bertekad untuk mengikuti perkembangan di bidang yang kamu geluti, kamu perlu tumbuh dan berkembang dengan teknologi.

Software animasi 3D telah berkembang pesat, dan alat yang tepat dapat menghemat waktu untuk mengerjakan lebih banyak pekerjaan. Pastikan untuk memilih software animasi 3D yang sesuai dengan tingkat penguasaan. Kamu tidak perlu menggunakan sistem yang mahal dengan fitur yang melimpah namun rumit yang tidak dapat kamu gunakan dengan mahir.

Setelah kamu memilih software animasi 3D, kamu benar-benar harus menjadikannya serasa milik sendiri. Biasakan dirimu dengan program yang ada, pelajari shortcut, atur dan sesuaikan sehingga dapat mendukung alur kerjamu.

Amati kehidupan nyata

Sebagai animator 3D, kamu akan menyadari bahwa semakin banyak waktu berlalu, semakin kamu menjadi pengamat. Lagi pula, tujuan kamu adalah membuat karakter dan objek 3D menjadi serealistis mungkin. Dan cara terbaik untuk meniru kehidupan nyata adalah dengan mengetahui fungsinya.

Amati dan pelajari fisika kehidupan sehari-hari. Tidak berarti kamu harus menyelesaikan pendidikan formal tentang fisika. Hanya melakukan penelitian dan memahami efek gravitasi, akan berhasil. Pengetahuan dasar tentang gravitasi akan membantu kamu memberi bobot yang masuk akal pada objek dan membuat gerakannya lebih meyakinkan.

Ketahui seluk-beluk emosi manusia

Mengetahui cara menggambarkan emosi yang kompleks adalah kunci untuk mengubah animasi yang bagus menjadi animasi yang hebat. Pelajari cara meniru ekspresi wajah dan emosi apa yang terkait dengan masing-masingnya jika kamu ingin menguasai animasi wajah.

Kamu dapat mengambil cermin dan mempelajari ekspresimu sendiri jika kamu mau. Apa pun pendekatan yang kamu pilih, ingatlah bahwa animasi wajah memberikan kepribadian pada karakter yang dibuat, membuatnya lebih dapat diterima.


Animasi 3D telah berperan banyak pada aspek kehidupan daripada yang sering kamu bayangkan. Animasi 3D adalah pemain kunci dalam pembuatan film, pengembangan game, media sosial, kedokteran, teknik, arsitektur, bahkan metaverse. Saat software animasi 3D terus berkembang, jarak antara animasi dan dunia nyata tampaknya semakin kecil.

Ingin merasakan langsung menjadi karakter 3D? Download metaNesia di sini dan jelajahi dunia metaverse yang luas dengan menjadi avatar.

metaNesia, #WhereDreamsComeTrue