Menarik Donasi Sebanyak Mungkin dengan Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality
Beranda /
Blog /
Menarik Donasi Sebanyak Mungkin dengan Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality
5 Januari 2023

Menarik Donasi Sebanyak Mungkin dengan Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality

Donasi virtual reality
Source: Noahs Ark Children’s Hospital

Salah satu tujuan utama dari setiap kampanye amal adalah untuk menarik perhatian sebanyak mungkin pada masalah dan menarik donasi sebanyak mungkin.

Kita sekarang terbiasa dengan fakta bahwa selalu ada bencana alam, masalah lingkungan, atau krisis kemanusiaan. Karenanya, badan amal mencari cara baru untuk menyampaikan pesan mereka.

Saat ini, bercerita tentang suatu masalah tidaklah cukup. Untuk membuat orang berempati dengan masalah dan ingin membantunya, mereka perlu ditunjukkan atau dihadapkan untuk memahami keadaan.

Selain mengambil foto atau video dari masalah yang dimintai donasi, organisasi amal kini aktif menjajaki peluang virtual reality (VR). Dengan menempatkan orang-orang secara harfiah di dalam suatu krisis atau bencana, empati dan keinginan untuk membantu akan muncul.

Mengapa efek seperti itu mungkin terjadi? Fitur utama VR adalah pengalaman imersif yang diciptakannya.

Di lingkungan VR, penonton menemukan diri mereka berada di tengah-tengah bencana. Virtual reality membawa penonton ke tempat yang jauh, menciptakan kembali situasi bencana dan memusatkan perhatian mereka pada sebuah masalah.

Namun, penggalangan dana bukanlah satu-satunya tujuan yang dapat dicapai melalui virtual reality. Mari kita lihat bagaimana cara virtual reality dapat membantu organisasi amal menarik perhatian masyarakat pada masalah.

Virtual reality meningkatkan kesadaran

Untuk menyelesaikan masalah, perlu dikenali terlebih dahulu. Publik perlu tahu bahwa masalah itu ada dan sejauh mana perkembangannya sejauh ini. Dengan membuat gambaran, organisasi amal meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah ini dan mendorong untuk melakukan donasi.

Saat kita memikirkan program amal, pertama-tama kita cenderung memikirkan negara dunia ketiga yang kekurangan air bersih, makanan berkualitas, atau bantuan medis. Namun, terkadang masalahnya lebih dekat, bahkan berada di sekitar kita dan tidak menyadarinya. Nah, virtual reality bisa mengubahnya.

UK National Autistic Society merilis film VR yang dimaksudkan untuk menarik perhatian pada masalah autisme. Video VR “Too Much Information” yang berdurasi 2 menit, menempatkan pengguna di dalam tubuh seorang anak autis.

Dengan menjalani pengalaman singkat ini, pengguna mendapatkan gambaran tentang apa yang dirasakan orang autis setiap saat dalam hidup mereka. Virtual reality juga dapat digunakan untuk menarik perhatian ke masalah yang lebih jauh.

Donasi virtual reality
Source: Jasoren

Menggalang dana dengan virtual reality

Menggalang dana dan berdonasi merupakan tujuan utama dari setiap kampanye amal, dan virtual reality dapat sangat membantu. Video VR dapat membawa orang lebih dekat ke masalah, ke intinya, memberi mereka pengalaman langsung dari kesulitan yang dihadapi orang lain.

Selain itu, dengan menyisipkan ajakan untuk bertindak, seperti “Beri Donasi Sekarang” tepat di dalam konten VR, organisasi amal dapat mendorong kontribusi langsung, selagi emosi yang didapat penonton masih segar.

Melaporkan pengeluaran dana

Tidak setiap pendonor dapat melakukan perjalanan ke lokasi bencana untuk melihat bahwa sumbangan mereka dibelanjakan untuk tujuan yang dimaksudkan. Tentu saja, organisasi amal menerbitkan laporan, membuat foto dokumentasi, dan membuat film dokumenter tentang tindakan yang mereka lakukan. Namun, dapat melihat secara langsung bagaimana uang yang didonasikan digunakan dengan tepat, memiliki efek yang jauh lebih kuat.

Pembelajaran dan pendidikan

Terkadang, amal bukan tentang menyumbangkan uang. Namun, bisa juga tentang mengajar orang untuk membantu orang lain dalam situasi kritis.

Sedikit dari kita yang tahu bagaimana membantu seseorang yang menderita serangan jantung atau korban kecelakaan lalu lintas. Kebingungan ditambah dengan kurangnya pengetahuan yang tepat bahkan dapat menyebabkan lebih banyak kerugian bagi korban.

Sementara virtual reality tidak dapat berbuat banyak jika terjadi kecelakaan, namun dapat memberi kita pengetahuan dan keterampilan yang dapat menyelamatkan korban di detik-detik berharga sebelum bantuan profesional tiba.

Aplikasi VR yang dapat memberi edukasi untuk membantu orang yang mengalami serangan jantung. Selain dapat mengajari pengguna untuk membuat pilihan yang tepat, VR juga dapat digunakan untuk pelatihan melakukan CPR.

Virtual reality untuk para korban

Dalam beberapa kasus, teknologi virtual reality dapat ditargetkan bukan pada pendonor tetapi pada penerima manfaat amal. Dengan menonton film VR atau mengikuti tur virtual, orang mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang apa yang dapat mereka harapkan.

Rumah sakit adalah tempat yang ditakuti orang secara naluriah. Beberapa orang bahkan merasa takut sampai depresi ketika dirinya tahu akan dibawa ke rumah sakit. Tur virtual rumah sakit dapat mempersiapkan pasien dengan lebih baik untuk tinggal di sana.

Virtual reality bukan hanya tentang game atau hiburan

Kita terbiasa memikirkan VR dalam konteks game yang imersif, tur virtual, atau peragaan busana. Namun, peluang yang diberikannya jauh lebih luas. Fitur utama VR adalah menciptakan pengalaman yang nyata, dan juga dapat melayani tujuan amal.

Pengalaman virtual reality dapat membawa lebih banyak orang untuk mendukung kampanye amal, sehingga membantu menyelesaikan masalah atau krisis lebih cepat. Dengan lebih banyak orang yang memperhatikan masalah di Bumi kita, ada harapan bahwa kita dapat menyelesaikannya suatu hari nanti.


Kunjungi metaNesia untuk mendapatkan informasi lain seputar virtual reality dan teknologi imersif lainnya.