Cara Membuat Kampanye Periklanan dengan Augmented Reality
Beranda /
Blog /
Cara Membuat Kampanye Periklanan dengan Augmented Reality
26 December 2022

Cara Membuat Kampanye Periklanan dengan Augmented Reality

Saat ini, konsumen sudah terbiasa dengan sejumlah besar informasi yang didapat melalui iklan, sehingga sekarang mereka sudah tidak begitu menanggapinya. Strategi di mana seseorang didorong untuk membeli, mulai memudar.

Augmented reality (AR) adalah teknologi yang ideal untuk mengimplementasikan kampanye iklan viral yang dapat menarik minat audiens. Teknologi AR menciptakan hubungan emosional antara pengguna dan brand melalui interaktivitas dan personalisasi.

Oleh karena itu, penggunaan teknologi augmented reality dalam periklanan dapat diperhatikan ketika tujuan dari kampanye tidak ditujukan untuk pembelian satu kali, namun untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Iklan Augmented Reality
Source: Onirix

Apa itu iklan Augmented Reality (AR)?

Biasanya, ketika orang berbicara tentang promosi melalui augmented reality, yang mereka maksud adalah aplikasi seluler, yang menggunakan smartphone melalui perangkat kamera untuk memasukkan konten marketing ke dalam lingkungan nyata.

Pengguna harus menginstal aplikasi AR di perangkat seluler mereka untuk mengakses konten augmented reality melalui kamera. Promosi melalui augmented reality harus bermanfaat, menghibur, atau mendidik untuk mendorong pelanggan untuk menginstalnya.

Platform seluler saat ini merupakan cara distribusi yang paling sering digunakan untuk iklan dengan teknologi augmented reality. Tapi itu bukan satu-satunya.

Iklan augmented reality akan muncul di portal berita bersama dengan iklan digital lainnya. AR pada iklan di media sosial akan memungkinkan pelanggan untuk memeriksa produk secara instan menggunakan fungsi uji coba virtual.

Iklan Augmented Reality
Source: JD.ID

Iklan augmented reality vs iklan tradisional

Interaktivitas dan efek mendalam dari iklan AR melibatkan pengguna secara emosional. Dengan demikian, iklan augmented reality bisa jauh lebih efektif daripada iklan tradisional, dan dapat meningkatkan penjualan.

Uji coba virtual

Uji coba virtual dengan bantuan teknologi augmented reality adalah peluang bagus untuk mempromosikan produk dan juga memberikan nilai lebih bagi konsumen, serta meningkatkan penjualan. Di era perdagangan online, pelanggan pasti akan senang bila ada kesempatan untuk mencoba produk yang mereka sukai secara instan.

Banyak brand besar sudah menggunakan uji coba virtual dalam kampanye pemasaran mereka. Dengan aplikasi AR, pelanggan dapat mencoba makeup virtual L’Oréal, kacamata Ray-Ban, produk makeup di JD.ID, atau bahkan melengkapi kamar dengan furnitur virtual Ikea.

Beriklan dengan teknologi AR telah membuktikan keefektifannya. Misalnya, L’Oréal melaporkan bahwa tingkat konversi pada pengguna aplikasi AR mereka adalah 80%. Oleh karena itu, mengikuti brand besar, brand kecil juga dapat mencoba untuk menggunakan uji coba virtual.

Hyperlocal marketing

Hyperlocal marketing adalah iklan dengan cakupan kecil, yang dirancang untuk target audiens dalam lingkungan tertentu. Di situlah teknologi AR sangat berguna. Daripada mencari melalui peta Google untuk objek wisata terdekat, pelanggan dapat membuka aplikasi AR yang akan memberi mereka rute dan informasi berguna lainnya.

Umumnya, aplikasi augmented reality hyperlocal menggunakan data GPS untuk memberikan informasi yang paling relevan kepada pelanggan. Konsumen dapat dengan cepat mencapai titik tujuan karena aplikasi memberi mereka rute melalui AR.

Kemasan dengan teknologi augmented reality

Dengan bantuan teknologi AR, kemasan dari suatu produk dapat menjadi alat pemasaran yang ampuh dan bahkan mendorong pembelian kembali.

Kemasan yang terhubung berarti bahwa pengguna dapat “mengaktifkan” kemasan dan mendapatkan akses ke berbagai konten dengan aplikasi augmented reality yang sesuai di perangkat seluler. Konten AR dapat mencakup informasi tekstual yang berguna, halaman web, video interaktif, atau permainan. Membuat strategi pemasaran lebih efektif.

Kemasan AR yang terhubung dapat memberikan utilitas tambahan kepada pelanggan yang secara ampuh menciptakan loyalitas terhadap brand. Kemudian, pemicu lain juga dapat ditambahkan ke iklan AR yang nantinya akan mendorong pembelian berulang kali atas produk yang dijual.

Iklan Augmented Reality
Source: Freepik

Jenis iklan AR

Ada dua jenis iklan AR, bergantung pada cara pengguna mengakses konten iklan. Mari kita lihat lebih dekat jenis-jenis ini.

Iklan AR outdoor

Iklan augmented reality pada jenis ini ditayangkan ke khalayak luas dan seringkali tidak perlu tindakan langsung apa pun dari pengguna. Namun meski demikian, strategi iklan augmented reality lebih efektif daripada iklan outdoor tradisional.

Jadi apa rahasia efisiensi periklanan AR?

Pertama-tama, iklan dengan teknologi AR menyebabkan respons emosional dengan membenamkan pengguna ke dalam konten. Pengguna merasa terlibat dengan apa yang terjadi, meskipun mereka tidak berinteraksi langsung dengan konten, tetapi hanya mengamatinya.

Hal ini terlihat dari kampanye promo seri AMC – Walking Dead season 5. Iklan augmented reality ditayangkan di layar halte bus. Video AR terlihat sangat nyata bagi penonton sehingga mereka benar-benar merasa seperti target dari zombie, padahal hanya sebuah tipuan teknologi.

Iklan AR mobile

Penggunaan augmented reality di iklan mobile hampir tidak terbatas, dan sekarang bisnis baru mulai mengeksplorasi kemungkinan ini. Dengan aplikasi AR mobile, brand dapat melacak data GPS pengguna dan menjalankan iklan augmented reality hyperlocal yang efektif.

Dengan menggunakan kemasan AR, perusahaan dapat mengarahkan pelanggan ke rak produk, berinteraksi, dan kemudian mendorong pembelian. Uji coba virtual akan membantu meningkatkan konversi iklan secara signifikan.

Iklan augmented reality mobile dapat memikat orang dewasa dan menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan brand melalui konten interaktif. Perusahaan juga dapat menjual lebih banyak produk unruk anak-anak menggunakan game augmented reality dan edukasi yang interaktif.

Cara membuat iklan dengan teknologi AR

Ada banyak cara untuk membuat iklan dengan teknologi AR. Saat memilih metode yang sesuai, disarankan terlebih dahulu untuk mempertimbangkan minat dari target auediens , waktu yang tersedia, dan anggaran yang dimiliki.

Kemasan dengan AR

Dalam mengembangkan kemasan AR, konten di dalamnya dapat sangat bervariasi. Metode ini dapat menyertakan informasi teks dan grafik, video interaktif, dan bahkan game. Waktu dan biaya pengembangan augmented reality bergantung pada konten dan fungsionalitas yang ditawarkan oleh aplikasi AR.

Jika aplikasi hanya berisi informasi tambahan dalam bentuk teks dan grafik, akan relatif cepat dan mudah dikembangkan. Kebalikannya, semakin banyak grafik dan animasi yang dibutuhkan, pengembangannya akan lebih panjang.

Kemasan produk untuk anak-anak seringkali ditambah dengan permainan dan konten edukasi yang interaktif. Pengembangan aplikasi interaktif seperti itu dengan grafik yang rumit dan terperinci, membutuhkan lebih banyak waktu untuk pengerjaan dan pengujian.

Biasanya, pengembangan aplikasi AR untuk melengkapi sebuah kemasan membutuhkan waktu beberapa bulan hingga setengah tahun.

Iklan Augmented Reality
Source: McDonald’s

Augmented reality layar lebar

Pengalaman augmented reality layar lebar tidak memberikan banyak interaktivitas. Namun, untuk membuat grafik dengan efek imersif untuk layar lebar AR harus detail dan realistis. Pembuatan grafik dan animasi berkualitas tinggi untuk aplikasi AR layar besar membutuhkan waktu lama.

Game AR

Interaktivitas dan pengalaman pengguna yang dirancang dengan baik adalah elemen penting dari game AR. Keterlibatan dalam game ini karena gameplay yang menarik. Grafik berkualitas tinggi akan menjadi nilai tambah.

Saat mengembangkan iklan game augmented reality, penting untuk tidak terbawa oleh ide game itu sendiri. Game AR harus menunjukkan hubungan yang jelas dengan brand, sehingga audiens dengan mudah memahami apa yang sedang diiklankan.

Berapa biaya pembuatan iklan augmented reality?

Biasanya, biaya pembuatan AR didasarkan pada tarif untuk jenis pekerjaan tertentu dan waktu yang dihabiskan untuk pelaksanaannya. Tarif ini sangat bervariasi dari perusahaan ke perusahaan.

Biaya pengembangan AR terdiri dari tiga komponen utama:

Desain

Desainnya mencakup pembuatan antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX). Penting untuk memasukkan gaya visual brand yang tidak terpisahkan dengan desain aplikasi AR.

Pemrograman

Fase pemrograman meliputi pengembangan front-end dari sisi klienm dan back-end dari sisi server.

Sebagian besar perusahaan modern membagi proses pengembangan AR menjadi iterasi. Setelahnya, klien dapat mengevaluasi apa yang telah dilakukan, apa yang perlu diperbaiki, dan fungsionalitas apa yang harus diterapkan selanjutnya.

Pengujian

Beberapa perusahaan mengabaikan komponen penting ini. Tetapi perlu dipahami bahwa tanpa pengujian yang tepat, bahkan ide terbaik pun bisa gagal. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyertakan pengujian aplikasi AR dalam proyek yang telah disepakati.


Kampanye pemasaran dengan teknologi augmented reality menjadi semakin populer. Biaya pengembangannya pun cukup terjangkau untuk usaha kecil menengah. Kunjungi metaNesia untuk mengetahui informasi lain seputar AR dan teknologi imersif metaverse lainnya.