Bagaimana Digitalisasi dan Metaverse dapat Membawa Perubahan ke Industri Ritel
Beranda /
Blog /
Bagaimana Digitalisasi dan Metaverse dapat Membawa Perubahan ke Industri Ritel
8 December 2022

Bagaimana Digitalisasi dan Metaverse dapat Membawa Perubahan ke Industri Ritel

Saat ini metaverse telah memasuki berbagai sektor, mulai dari industri gaming hingga hiburan. Dengan semakin banyak sektor yang ada, kita dapat melakukan berbagai aktivitas di metaverse seperti bermain game, menonton konser, bahkan meet & greet dengan idola!

Kedepannya, industri ritel pun dapat terdampak dengan adanya metaverse. Platform imersif ini bisa jadi mengubah cara kita membeli produk ritel. Brand pakaian besar seperti Adidas, Gucci dan Vans bahkan sudah mempersiapkan kehadirannya di dunia virtual tersebut.

Tanpa mengurangi penjualan di toko fisik, metaverse dapat membuka peluang baru bagi industri ritel. Teknologi ini dapat menciptakan experience pelanggan yang imersif serta interaktif sehingga pelanggan dapat merasakan sensasi seperti belanja di toko fisik.

Tapi apa yang akan brand ritel lakukan di sana? Di antara kemungkinan yang paling dinantikan adalah berbelanja virtual dan membuat Non-fungible Token (NFT). Bahkan industri ritel metaverse bisa jadi mengembangkan virtual fashion. Jadi, kira-kira peluang apa saja yang ada di industri ritel metaverse ini?

Peluang yang Ditawarkan Metaverse pada Industri Ritel

industri ritel metaverse

Sumber: Youtube

Pandemi Covid-19 mempercepat peralihan konsumen ke konsumsi digital. Hal ini juga mengubah experience dan ekspektasi pelanggan.

Saat ini Mal menjadi pusat untuk rekreasi, hiburan, serta untuk belanja fisik. Dan peran ini bisa jadi digantikan atau bisa jadi diperkuat saat industri ritel metaverse berevolusi untuk menghadirkan experience imersif.

Agar bisa berkembang, brand ritel harus berinovasi dan menawarkan experience terbaik yang bisa pelanggan nikmati. Brand ritel juga harus memikirkan bagaimana cara untuk menjembatani produk fisik dan produk virtual. Dengan begitu pelanggan dapat dengan mudah berpindah di antara keduanya.

Fokus pada Integrasi Industri Ritel Metaverse

Dengan bangkitnya industri ritel metaverse, terdapat kemungkinan bahwa tidak ada lagi percabangan antara fisik dan digital. Mengapa demikian? 

Menurut World Economic Forum, adanya metaverse pada industri ritel dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan pendekatan hybrid atau omnichannel. Hal tersebut juga kemungkinan diinginkan dan diharapkan pelanggan agar dapat membeli produk fisik melalui metaverse ataupun sebaliknya.

Industri ritel metaverse memang banyak membuka sumber pendapatan baru. Perkembangan teknologi menciptakan banyak peluang untuk terhubung dengan pelanggan dan mendorong penjualan di luar kunjungan ke toko.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, brand harus terhubung dengan pelanggan mereka di mana pun mereka berada termasuk di metaverse. Salah satu contoh nyatanya sudah dilakukan oleh brand tas ternama, Gucci.

Gucci menjual Tas Dionysus versi digital yang dibuat di platform metaverse Roblox. Menariknya, tas ini dijual dengan harga lebih dari US$4.000 yang lebih mahal dari harga tas fisiknya. Mengejutkan bukan?

Meningkatkan Interaksi dan Kepercayaan Pelanggan

Interaksi yang tinggi antara brand dengan pelanggan bisa meningkatkan customer acquisition. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh perusahaan stroller bayi, Bumbleride. Meskipun banyak orang tua lebih suka mencoba produk bayi secara langsung, Bumbleride melakukan strategi yan berbeda. 

Brand ini membuat model virtual 3D stroller bayi pada toko online-nya. Namun berkat strategi tersebut, Bumbleride berhasil meningkatkan 33% penjualan stroller bayi setelah menambahkan model 3D.

Toko masa depan, seperti yang ada di Mall of the Emirates, akan memanfaatkan teknologi dan data untuk memberikan wawasan tentang perilaku konsumen. Jumlah pengunjung, demografi, footfall heatmaps, waktu tinggal, analisis sentimen, dan kapasitas toko semuanya dapat dilacak dan dianalisis untuk menginformasikan dan menyesuaikan penawaran produk, meningkatkan pengalaman pelanggan.

Berkat data tersebut nantinya di metaverse milik Uni Emirat Arab (UEA), mal akan memiliki jangkauan yang lebih luas. Para turis dari luar UEA bisa mengunjungi kota Dubai secara virtual dan merasakan suasana dan layanan yang unik. 

Dengan adanya data tersebut, setiap pengunjung yang masuk pada mall fisik dapat diintegrasikan pada metaverse. Sehingga pengguna dapat merasakan layanan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka.

Baca juga: Menjelajah di Hub Commerce di Metaverse metaNesia!


Tertarik dengan informasi di atas? Kunjungi metanesia.id untuk mengetahui informasi terbaru seputar teknologi dan metaverse!