Berambisi Menjadi Digital World Leader, Jepang Siap Ekspansi di Metaverse
Beranda /
Blog /
Berambisi Menjadi Digital World Leader, Jepang Siap Ekspansi di Metaverse
22 December 2022

Berambisi Menjadi Digital World Leader, Jepang Siap Ekspansi di Metaverse

metaverse jepang
Sumber: Medium

Jepang merupakan negara yang terkenal dengan kemajuan teknologinya yang unik. Negara ini berencana untuk melakukan ekspansi dalam metaverse.

Perdana menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan ekspansi tersebut bertujuan untuk memposisikan negaranya sebagai pemimpin dalam teknologi digital web3.

Mereka akan membuat strategi nasional untuk mendorong ekonomi digitalnya. Dalam pidato kebijakannya pada 3 Oktober 2022, Perdana Menteri Fumio mengumumkan rencana ambisius Jepang untuk berinvestasi dalam transformasi digital, termasuk perluasan ke metaverse dan NFT.

Buku strategi NFT “White Paper”

metaverse jepang
Sumber: Forbes

Awal tahun 2022, pemerintahan di bawah PM Fumio membentuk tim proyek mengenai kebijakan NFT untuk Promosi Masyarakat Digital. Tim proyek tersebut menerbitkan strategi dalam bentuk buku yang bernama “White Paper”. Buku putih tersebut berisikan tentang strategi keseluruhan Jepang untuk berekspansi dengan NFT di era web3.

Buku ini sangat terkenal karena dirancang oleh politisi dan pengacara dari birokrat yang biasanya bertanggung jawab atas kebijakan.

White Paper berisikan studi dan solusi dari para perancang untuk mengatasi masalah yang menghambat pertumbuhan bisnis terkait ekosistem blockchain di Jepang.

Pada Juli 2022, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang juga mendirikan kantor promosi kebijakan web3 yang bertanggung jawab untuk merumuskan kebijakan dengan departemen di seluruh kementerian terkait web3.

Menganggap web3 sebagai masa depan

metaverse
Sumber: The Japan Times

Dilihat dari White Paper yang ambisius , Jepang mendukung implementasi web3 sebagai generasi internet berikutnya. Negara ini bersiap untuk mempromosikan literasi web3 di antara pengguna dan bisnis yang ada di Jepang. Mereka akan menawarkan keuntungan agar investor dan startup web3 Jepang tidak pindah ke luar negeri.

Salah satu rintangan utama untuk mendirikan metaverse adalah perpajakan perusahaan Jepang atas aset web3 seperti mata uang kripto dan NFT.

Perusahaan yang menerbitkan token seperti NFT dan tidak menjualnya dapat dikenai pajak perusahaan atas keuntungan yang belum direalisasi berdasarkan undang-undang perpajakan Jepang.

Perpajakan menjadi beban bagi startup metaverse untuk berkembang di Jepang. Tim proyek berencana merevisi UU untuk membebaskan pajak dan hanya dikenakan pajak ketika menghasilkan keuntungan.

Tim proyek merekomendasikan untuk memeriksa kembali perpajakan aset kripto, termasuk mengurangi tarif pajak menjadi 20%. Sejalan dengan rekomendasi ini, reformasi pajak untuk menguntungkan startup metaverse dan NFT akan dipertimbangkan dalam proposal reformasi pajak negara untuk tahun 2023.

Masalah perjudian dalam metaverse Jepang

Masalah lainnya yang mungkin mencegah bisnis metaverse lepas landas di Jepang adalah potensi penerapan undang-undang perjudian Jepang. Undang-undang ini memberikan denda pidana sebesar 500.000 Yen (sekitar Rp 60 juta) atau denda administratif.

Jepang memang terkenal dengan negara yang memiliki banyak permainan judi. Permainan judi seperti NBA Top Shots sangat populer di Jepang.

Tim Proyek mengusulkan pembentukan kerangka kerja di mana lembaga pemerintah menanggapi pertanyaan dari penyedia layanan tentang penerapan biaya perjudian sebelum membawa layanan ke metaverse.

Tim Proyek juga mempertimbangkan untuk menunjuk menteri yang bertanggung jawab atas Web3 dan layanan yang menangani konsultasi terkait Web 3.0 dari masyarakat.

Pemahaman teknologi digital metaverse dan nft

ekspansi
Sumber: Bitcoin.com News

Hal lain yang harus diperhatikan adalah meningkatkan pemahaman yang lebih baik tentang bisnis NFT pada masyarakat. Jepang memiliki kreator konten yang kaya di bidang game, manga, dan anime. Namun, seringkali para kreator tersebut tidak ingin mencoba membuat NFT karena tidak mengerti caranya.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim proyek akan membuat bisnis NFT lebih mudah diakses. Tim proyek merekomendasikan untuk membuat informasi dan layanan konsultasi untuk para krator konten.

Tim proyek juga akan membuat standar persyaratan lisensi untuk mempermudah para kreator memahami dan membuat NFT. Hal ini diharapkan bisa menarik minat kreator untuk terjun membuat aset digital teknologi web3.


Strategi di atas seperti revisi undang-undang hanyalah sebagian kecil dari rencana yang tertera pada White Paper. Jepang memang serius dalam melakukan ekspansi pada dunia teknologi digital web3.

Ayo kunjungi metanesia.id untuk mengetahui informasi dan fakta unik tentang metaverse!