Demi Tumbuhkan Talenta Digital, Kominfo Membuka Pelatihan VR dan AR
Beranda /
Blog /
Demi Tumbuhkan Talenta Digital, Kominfo Membuka Pelatihan VR dan AR
5 Januari 2023

Demi Tumbuhkan Talenta Digital, Kominfo Membuka Pelatihan VR dan AR

pelatihan VR dan AR Kominfo
Sumber: Center for Digital Society UGM

Industri teknologi imersif seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) telah berkembang pesat di berbagai sektor. Bahkan, diprediksi investasi pasar global VR dan AR akan mencapai nilai $451.5 miliar pada tahun 2030.

Dengan pasar VR dan AR yang terus meningkat, pemerintah Indonesia terus mendorong adopsi teknologi virtual di berbagai daerah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah membuat program pelatihan virtual reality dan augmented reality untuk membangun ekosistem talenta digital di Indonesia.

Program pelatihan ini diluncurkan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).“Program ini akan menciptakan dan memperkuat ekosistem, terutama dalam hal peningkatan fungsi digital masyarakat.” ujar Semuel Abrijani selaku Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Program akademi pembelajaran virtual yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Meta Indonesia ini juga dikenal sebagai Meta Immersive Learning Academy (MILA).

Akademi pembelajaran virtual untuk membuka peluang belajar teknologi metaverse

pelatihan vr ar ditjen semuel
Sumber: Ditjen Aptika

Menurut Semuel, keberadaan akademi pembelajaran virtual di Indonesia bisa membuka peluang bagi peserta untuk mempelajari teknologi metaverse. Program ini pun bisa diikuti oleh berbagai kalangan seperti pelaku UMKM dan pelajar.

“Ini bisa menjadi di era digital jadi saya apresiasi karena bisa memperkaya ekosistem dan talenta digital kita,” kata Dirjen Aptika Kementerian Kominfo tersebut.

Kominfo percaya bahwa pada zaman di mana metaverse sudah diadopsi massal, Indonesia membutuhkan banyak kreator untuk dapat mempromosikan dan memposisikan NKRI dalam dunia virtual. Bahkan menurut mereka, Indonesia bisa menjadi pemain besar dalam metaverse nantinya.

Bahkan setelah mengikuti Meta Immersive Learning Academy, pelaku UMKM juga bisa didaftarkan pada program inkubasi bisnis digital lainnnya seperti Digital Talent Scholarship (DTS).

Meta Immersive Learning Academy, pelatihan VR dan AR Kominfo x Meta yang bisa diikuti semua kalangan

meta immersive learning academy
Sumber: smarteye.id

Program Meta Immersive Learning Academy terbuka untuk level pemula dan profesional untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuannya.

Siapapun bisa mengikuti pelatihan VR dan AR Kominfo yang bekerja sama dengan Meta ini. Bagi pemula yang belum memiliki pengalaman akademik atau kerja di bidang IT pun bisa mendaftar sebagai peserta. Materi pelatihan akan mencakup berbagai tingkat kemampuan yang dimiliki oleh setiap kreator.

Pelatihan untuk kreator AR

pelatihan vr ar
Sumber: CHANNELBALI.com

Akademi pembelajaran virtual reality dan augmented reality ini akan memberikan kesempatan kepada pembuat konten AR untuk meningkatkan keahliannya. Para kreator konten AR bisa mempelajari berbagai kursus dan kurikulum online yang tersedia. Mereka bisa memulai dan meluncurkan pengalaman interaksi AR menggunakan platform Spark AR yang dimiliki oleh Meta.

Sebagai bagian dari program Akademi Pembelajaran Virtual, Meta akan meluncurkan Kurikulum Spark AR dan memberikan pembelajaran daring dengan durasi hingga 12 jam. Pembelajaran daring ini nantinya bisa diakses melalui platform Blueprint Meta.

Kurikulum Akademi Pembelajaran Virtual akan menampilkan kreator AR lokal yang telah berkolaborasi dengan Meta untuk menyesuaikan semua materi pembelajaran mereka agar sesuai dengan komunitas di Indonesia.

Pada kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, jumlah kreator augmented reality meningkat dengan sangat cepat. Selain itu, 35% kreator Spark AR aktif berada di Asia Pasifik.

Akademi ini bekerja dalam bentuk kemitraan dengan Hacktiv8. Peluncuran Virtual Learning Academy tersebut merupakan bagian dari rangkaian proyek Digital Innovation Network (DIN), yang juga merupakan bagian dari Digital Economy Working Group (DEWG) pada acara G20 di Nusa Dua, Bali.

Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk mendukung komunitas augmented reality dan virtual reality yang ada di Indonesia. Selain itu, program MILA memungkinkan kreator VR dan AR memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk membuat dan menciptakan pengalaman imersif.


Mari kunjungi blog metaNesia untuk mengetahui berita terbaru seputar metaverse dan teknologi!