Teknologi Blockchain bisa Mencegah Pencurian di Toko Ritel
Beranda /
Blog /
Teknologi Blockchain bisa Mencegah Pencurian di Toko Ritel
10 Januari 2023

Teknologi Blockchain bisa Mencegah Pencurian di Toko Ritel

pencegahan pencurian dengan blockchain
Sumber: Canva

Industri ritel adalah salah satu sektor terpenting ekonomi global. Sayangnya, pandemi Covid-19 telah membuat sektor ritel bernilai triliunan dolar rentan terhadap pencurian di dalam toko. 

Temuan dari survei National Retail Federation di tahun 2022 menunjukkan bahwa kerugian dana ritel karena barang curian meningkat menjadi $94,5 miliar pada tahun 2021, naik dari $90,8 miliar pada tahun 2020.

Beberapa penjual ritel juga harus menyetop beberapa produk tertentu untuk mencegah risiko pencurian. Hal ini menyebabkan penurunan penjualan karena hilangnya konsumen yang ingin membeli barang tersebut. Salah satu solusi untuk mencegah hal ini adalah dengan menggunakan teknologi blockchain yang terkenal dengan keamanan datanya

Pencegahan pencurian dengan blockchain pada toko ritel

pencegahan pencurian dengan blockchain
Sumber: Canva

Mengingat maraknya pencurian barang ritel, banyak brand ritel inovatif mulai beralih ke teknologi untuk meningkatkan keamanan pada toko ritel mereka. Misalnya, Lowe’s yang merupakan brand ritel perbaikan rumah Amerika Serikat, baru-baru ini menerapkan konsep yang disebut Project Unlock.

Project Unlock menggunakan chip radio frequency identification (RFID), sensor Internet of Things, dan teknologi blockchain. Solusinya saat ini sedang diuji di beberapa toko Lowe’s di Amerika Serikat.

Josh Shabtai, direktur di Lowe’s Innovation Labs yang mengembangkan proyek ini mengatakan bahwa Project Unlock bertujuan untuk mengeksplorasi teknologi yang muncul untuk membantu mencegah risiko pencurian sambil menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Penggunaan chip RFID pada Project Unlock

Dalam mencapai hal ini, Shabtai menjelaskan bahwa chip RFID digunakan untuk mengaktifkan produk perkakas listrik Lowe’s tertentu di tempat pembelian. “Jadi kalau ada pelanggan yang mencuri alat listrik, tidak akan berhasil,” ujarnya.

Shabtai mencatat bahwa chip RFID adalah solusi dengan dana rendah yang digunakan banyak brand ritel untuk mencegah pencurian. Menurut Survei Keamanan Ritel 2022 oleh National Retail Federation, 38,6% brand ritel sudah menerapkan atau berencana menerapkan sistem RFID.

Shabtai menjelaskan bahwa menggabungkan sistem RFID dengan jaringan blockchain dapat memberi brand ritel keamanan tambahan. Blockchain bisa memberi catatan transparan anti rusak untuk melacak pembelian di dalam toko. Dia berkata:

“Melalui Project Unlock, akan ada ID yang didaftarkan dan ditetapkan ke setiap produk perkakas listrik kami. Saat produk itu dibeli, sistem RFID mengaktifkan perkakas listrik untuk digunakan. Pada saat yang sama, transaksi dapat dilihat oleh siapa saja, karena informasi tersebut direkam ke jaringan blockchain publik.”

Mehdi Sarkeshi, manajer di Project Unlock, mengatakan kepada Cointelegraph bahwa Project Unlock didasarkan pada jaringan mata uang kripto Ethereum. Sarkeshi menjelaskan bahwa setiap produk di bawah Project Unlock terkait dengan pre-minted non-fungible token (NFT), atau digital twins, yang akan menerima perubahan status setelah pembelian.

“NFT suatu produk mengalami perubahan status jika dijual, dicuri, atau statusnya tidak diketahui. Semua informasi ini dapat dilihat oleh publik dan brand ritel karena dicatat di blockchain mata uang kripto Ethereum. Kami pada dasarnya telah membangun sistem keamanan untuk pembelian alat-alat listrik Lowes, ”katanya.

Konsep di balik Project Unlock memang inovatif untuk brand ritel. CEO platform verifikasi aset, Real Items, David Menard mengatakan bahwa perusahaannya telah menjajaki solusi serupa.

“Secara tradisional, tag RFID mencegah risiko pencurian, jadi masalah ini sudah teratasi,” ujarnya. Mengingat hal ini, Menard mencatat bahwa menggabungkan identitas digital dengan produk fisik bisa memastikan bahwa barang curian dapat dipertanggungjawabkan. Dia berkata:

“Jika barang fisik dipasangkan dengan digital twins, maka retailer bisa tahu persis apa yang dicuri, dari mana dan dari batch produk yang mana. Pengecer dapat memahami ini dengan lebih jelas dibandingkan informasi yang dihasilkan oleh sistem RFID.”

Paspor produk digital oleh Real Items

Menurut Menard, Real Items saat ini memiliki kontrak dengan SmartLabel, platform digital yang menghasilkan kode QR untuk merek dan brand ritel. SmartLabel memberikan informasi produk yang terperinci kepada konsumen.

Dia menyebut bahwa Real Items berencana untuk mengimplementasikan semacam paspor produk digital dengan produk SmartLabel di masa mendatang. “Kami memandang paspor produk digital sebagai dasar untuk menyimpan informasi tentang suatu produk sepanjang dijual” ujarnya.

Lebih lanjut Menard menjelaskan bahwa Real Items menggunakan jaringan blockchain dan mata uang kripto Polygon untuk menyimpan informasi produk. Penting untuk diperhatikan bahwa konsep ini berbeda dari Project Unlock karena jaringan blockchain hanya digunakan untuk mencatat informasi tentang item tertentu.

Real Items menggunakan produk digital twins NFT untuk meningkatkan keterlibatan brand dengan pelanggan. Hal ini bisa dikatakan sebagai investasi anti-pencurian, tetapi fungsi NFT lebih tentang menyediakan data yang berguna bagi brand ritel.

Inovasi yang dikembangkan oleh Lowe’s Innovation Labs dan Real Items dapat menjadi solusi alternatif bagi brand ritel. munculnya metaverse juga dapat membantu mengurangi pencurian ritel.

Menurut laporan McKinsey “Value Creation in the Metaverse”, pada tahun 2030, metaverse dapat menghasilkan dana investasi sebesar $4 triliun hingga $5 triliun. Laporan tersebut mencatat bahwa investasi tersebut juga termasuk sektor ritel.

Marjorie Hernandez, direktur LUKSO yang merupakan platform gaya hidup digital berteknologi Web3 berkomentar bahwa brand seperti Prada sudah menggunakan proses penukaran NFT dan cryptocurrency.

Hernandez menjelaskan bahwa blockchain dan Web3 memungkinkan masyarakat untuk membeli barang digital di lingkungan metaverse dengan mata uang kripto seperti Bitcoin. Barang tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan barang fisik di toko. Dia berkata:

“Proses penukaran ini memungkinkan brand ritel mengeksplorasi cara baru untuk mengautentikasi produk secara on-chain dan menyediakan proses produksi yang lebih berkelanjutan dengan permintaan pesanan. Teknologi ini juga menciptakan saluran akses baru dan langsung antara produsen dan konsumen di luar tempat penjualan.”

Hernandez percaya bahwa lebih banyak pengecer akan mengeksplorasi identitas digital untuk barang ritel hidup di tahun mendatang. “Hal ini memungkinkan brand, desainer, dan pengguna akhirnya memiliki solusi transparan untuk banyak masalah yang dihadapi industri ritel saat ini, seperti barang palsu dan pencurian.”

Akankah brand ritel mengadopsi solusi blockchain untuk memerangi pencurian?

nft
Sumber: Canva

Meskipun blockchain dapat membantu menyelesaikan pencurian di dalam toko, brand ritel mungkin ragu untuk mengadopsi teknologi ini karena beberapa alasan. Misalnya, hubungan blockchain dengan cryptocurrency bisa menjadi masalah bagi perusahaan. Peristiwa terkini seperti runtuhnya mata uang kripto FTX, membuat cryptocurrency memiliki sentimen negatif di kalangan masyarakat.

Namun, Shabtai optimis mengatakan Lab Inovasi Lowe’s percaya bahwa penting untuk mempertimbangkan teknologi baru sehingga bisa memahami apa yang layak diterapkan. Melalui Project Unlock Shabtai juga telah membuktikan bahwa teknologi blockchain sangat berharga.

Lab Inovasi Lowe’s berharap bahwa ini bisa menjadi bukti bagi brand ritel lain lain untuk mempertimbangkan solusi serupa. Shabtai menambahkan bahwa Lab Inovasi Lowe’s berencana untuk mengembangkan solusinya di luar peralatan listrik di masa mendatang.

Meskipun terkenal, Sarkeshi menunjukkan bahwa mungkin sulit bagi konsumen memahami nilai menggunakan blockchain untuk mencatat transaksi. “Jika saya adalah pelanggan yang membeli produk bekas, mengapa saya harus peduli jika itu dicuri,” katanya. Mengingat hal ini, Sarkeshi percaya bahwa perubahan pola pikir pelanggan harus terjadi agar solusi semacam itu berhasil sepenuhnya. Dia berkata:

“Kami ingin pelanggan mengetahui bahwa ketika suatu produk dicuri, semua orang di seluruh rantai pasokan akan dirugikan. Membangun budaya itu mungkin menantang, tetapi saya yakin ini akan terjadi dalam jangka panjang.”

Pencegahan pencurian dengan blockchain pada kasus identity theft

identity theft
Sumber: Canva

Selain dalam toko ritel, pencegahan pencurian dengan blockchain juga bisa mencegah identity theft atau pencurian identitas. Identity theft adalah bagian dari penipuan online, dan marak dengan jumlah kasus yang mengkhawatirkan. Banyak orang saat ini menyadari pelanggaran privasi data, tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa identity theft terjadi setiap dua detik di seluruh dunia.

Dengan maraknya kasus tersebut, kebutuhan untuk mengamankan identitas seseorang menjadi sangat penting. Terutama dengan identitas yang dicuri, dana dalam rekening dan tabungan kamu bisa menjadi incaran. Blockchain bisa menjadi salah satu alternatif solusi.

Blockchain dapat mencegah penipuan yang terbukti efektif semenjak munculnya keamanan siber. Teknologi luar biasa ini memiliki potensi cemerlang untuk mengamankan data sensitif dari aktivitas berbahaya.

Karena blockchain berisi aset digital termasuk dokumen yang diamankan melalui kunci kriptografi yang kuat. Teknologi dibelakang mata uang kripto ini adalah salah satu alasan utama mengapa penyerang lebih sulit memanipulasi informasi yang disimpan di blockchain.

Data disimpan di banyak komputer pada jaringan blockchain. Kadi jika seseorang ingin mengakses informasi penting, mereka harus mendapatkan akses di semua komputer yang hampir tidak mungkin dalam semua kasus.

Bahkan jika hacker kebetulan mendapatkan akses ke data, perubahan apa pun yang mereka lakukan pada data akan disorot dalam informasi. Inilah keunikan blockchain dan cocok untuk mengamankan data. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa cryptocurrency seperti Bitcoin yang menggunakan blockchain terkesan lebih aman dalam transaksi.

Menyimpan informasi identitas apa pun di blockchain akan membantu pemerintah dan publik untuk mencegah pencurian identitas. Beginilah cara kerja blockchain, dan fitur serta manfaat blockchain perlahan-lahan menyebabkannya diadopsi secara umum.

Sementara blockchain masih berkembang, teknologi pendukung mata uang kripto ini memiliki banyak kemungkinan untuk mengamankan data. Penggunaan blockchain bisa menggunakan teknologi ini sebagai pencegahan penipuan yang mana saat ini sedang berada pada titik tertinggi sepanjang masa.


Itulah bagaimana cara kerja pencegahan pencurian dengan blockchain pada toko ritel dan identity theft. Blockchain memang terkenal dengan keamanan jaringannnya yang sangat ketat. Mungkin, di masa depan teknologi ini akan lebih banyak diterapkan di berbagai sektor lainnya.

Mari kunjungi blog metaNesia untuk mendapatkan informasi terbaru seputar teknologi Web3 seperti blockchain!