Artificial Touch: Teknologi Sentuhan Baru dalam Metaverse
Beranda /
Blog /
Artificial Touch: Teknologi Sentuhan Baru dalam Metaverse
14 December 2022

Artificial Touch: Teknologi Sentuhan Baru dalam Metaverse

Tidak bisa dipungkiri, ketenaran virtual reality dan juga metaverse makin membesar kian harinya. Dua teknologi tersebut juga perlahan masuk ke dalam aktivitas sehari-hari dan membantu manusia menyelesaikan berbagai masalah. 

Meskipun sudah mulai populer dan digunakan publik, teknologi virtual reality serta metaverse masih dapat dikembangkan dan dipadukan dengan teknologi baru lainnya. Salah satunya adalah Artificial Touch

Apakah kamu pernah mendengar teknologi baru bernama Artificial Touch? Kalau belum, yuk simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Artificial Touch: Teknologi baru untuk pengalaman dunia virtual yang lebih imersif

teknologi artificial touch buatan jasmine lu

Sesuai dengan namanya, artificial touch merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk menyentuh dan merasakan sensasi tersebut di kulit pemainnya. Teknologi baru ini dikembangkan oleh Jasmine Lu dan rekan kerjanya di University of Chicago. 

Teknologi ini sendiri bekerja dengan menggunakan bahan kimia pilihan yang dapat memberikan sensasi berbeda pada permukaan kulit. Indera peraba (sentuhan) sendiri merupakan salah satu indera manusia yang paling kompleks, sehingga dibutuhkan berbagai penelitian untuk bisa memahami indera satu ini. 

Sejak tahun 1990, telah diadakan berbagai penelitian terkait reaksi tubuh terhadap kondisi panas dan dingin. Beberapa diantaranya dilakukan dengan penelitian menggunakan capsaicin, ekstra cabai, hingga kandungan peppermint dalam mentol. 

Pengembangan artificial touch dengan chemical haptics

Jasmine Lu merupakan seorang peneliti Human Computer Interaction yang mengeksplorasi berbagai kemungkinan manusia untuk bisa berinteraksi dengan lebih imersif, menggunakan teknologi yang lebih interaktif. Untuk bisa merasakan teknologi artificial touch, Jasmine Lu membuat perangkat menggunakan teknologi chemical haptics yang dapat memberikan sensasi tertentu saat digunakan di kulit. 

Chemical haptics sendiri bekerja dengan mengeluarkan beberapa senyawa kimia yang telah diteliti ke kulit, dan membiarkan kulit memberikan respon mengikuti senyawa kimia tersebut. Teknologi satu ini tentunya lebih ramah lingkungan dan aman karena menggunakan bahan alami dari makanan. 

detail perangkat chemical haptics buatan jasmine lu

Nantinya, pengguna akan diminta menggunakan headset VR serta beberapa perangkat di sekujur badan yang telah dilapisi dengan chemical haptics. Mengikuti aktivitas yang dilakukan di dalam dunia virtual, perangkat tersebut akan mengeluarkan senyawa yang sesuai. Misalnya, mengeluarkan senyawa dari capsaicin saat mendekati perapian sehingga tubuh merespon suhu panas, dan lain sebagainya. 

Beberapa contoh reaksi yang bisa didapatkan dari interaksi senyawa chemical haptics antara lain kesemutan (sanshool), mati rasa (lidocaine), sengatan (cinnamaldehyde), panas (capsaicin) dan dingin (menthol). 

Kelebihan dan kekurangan chemical haptics

Meskipun begitu, pengembangan chemical haptics pada teknologi artificial touch belum dilakukan dalam skala besar, sehingga manfaat yang dimiliki juga belum bisa dinikmati publik. Sama seperti teknologi lainnya, artificial touch juga memiliki kelebihan dan kekurangan. 

Manfaat chemical haptics:

  • Memberikan reaksi senyawa kimia yang mendapatkan respon tubuh lebih baik dibandingkan mesin reaksi tradisional seperti getaran
  • Memiliki lebih banyak reaksi yang dapat dihasilkan seperti mati rasa maupun kesemutan
  • Tidak membutuhkan tenaga yang besar sehingga bisa digunakan dalam berbagai kesempatan percobaan

Kekurangan chemical haptics:

  • Reaksi senyawa yang dihasilkan dipengaruhi dengan ketebalan kulit epidermis pengguna, sehingga setiap pengguna bisa merasakan sensasi yang berbeda
  • Karena menggunakan bahan alami, reaksi yang dirasakan kulit tidak dapat bertahan lama 
  • Baru ditemukan 6 bahan alami yang dapat digunakan untuk memberikan reaksi pada lima indera tubuh manusia

Menarik bukan teknologi terbaru yang dihasilkan oleh Jasmine Lu beserta koleganya? Kalau ingin tahu informasi terbaru lain terkait teknologi dan metaverse, kamu bisa kunjungi blog metaNesia.id!

metaNesia merupakan platform metaverse pertama buatan anak bangsa Indonesia, yang berada di bawah Telkom Indonesia. Di sini, kamu bisa lakukan berbagai aktivitas seru mulai dari bertemu dengan teman baru, bermain, nonton konser virtual, dan masih banyak lagi. 

Yuk, unduh aplikasi metaNesia dan rasakan pengalaman barunya!