Sampai Jumpa 2022, Inilah Prediksi Tren Metaverse di Tahun 2023!
Beranda /
Blog /
Sampai Jumpa 2022, Inilah Prediksi Tren Metaverse di Tahun 2023!
7 December 2022

Sampai Jumpa 2022, Inilah Prediksi Tren Metaverse di Tahun 2023!

TREN METAVERSE

Selama tahun 2022, istilah “metaverse” semakin populer baik di kalangan masyarakat maupun perusahaan. Dengan Facebook melakukan rebranding pada akhir tahun 2021 menjadi Meta, menjadi awal mula tren metaverse menjadi populer.

Berbagai perusahaan berlomba untuk terjun ke dalam metaverse dengan harapan dapat mewujudkan visi mereka di dunia virtual tersebut. Meskipun begitu, masing-masing perusahaan memiliki visi dan gambaran metaverse yang berbeda.

Jika melihat tren metaverse di tahun 2022 ini, Meta yang merupakan perusahaan buatan Mark Zuckerberg berfokus untuk menciptakan lingkungan virtual reality pada platform Horizon Worlds. Di sisi lain, perusahaan multinasional Microsoft dan Nvidia berkolaborasi untuk mengembangkan lingkungan metaverse dan proyek digital.

Metaverse memang memegang potensi yang sangat besar. Menurut Mckinsey saja, industri metaverse diperkirakan akan menambah investasi pada nilai ekonomi global sebesar US$ 5 triliun di tahun 2030.

Meskipun untuk mencapai angka tersebut, ada beberapa faktor yang harus dipersiapkan dan dikembangkan. Faktor tersebut seperti teknologi pendukung, infrastruktur, dan kesiapan metaverse untuk diadopsi secara massal. Terutama di tahun 2022 ini pemanfaatan metaverse untuk masyarakat menengah kebawah yang masih rendah.

Setelah banyak perusahaan memasuki metaverse, tahun 2023 kemungkinan akan menjadi tahun untuk menentukan arah kemana industri ini akan berjalan. Berikut adalah prediksi tren metaverse di tahun 2023!

Tren Metaverse sebagai Saluran Pemasaran

tren metaverse nike

Sumber: SemarangKu

Konsumen selalu mencari cara baru yang lebih menarik untuk bisa berinteraksi dengan brand yang mereka suka. Dalam hal ini, metaverse memiliki daya tarik yang tinggi terutama karena platform imersif ini fokus terhadap experience imersif.

Perusahaan dapat menjadikan metaverse sebagai saluran pemasaran dan periklanan untuk meningkatkan penjualan. Konsep ini layaknya media sosial dan search engine menjadi saluran pemasaran pada teknologi web 1.0 dan 2.0. Perusahaan besar hingga brand terkenal seperti JP Morgan dan Nike mulai fokus menjadikan tren metaverse sebagai saluran pemasaran. 

Selama setahun ke depan, diprediksi perusahaan akan berlomba-lomba untuk dapat memposisikan produk mereka di dunia virtual. Mereka dapat membangun platform sendiri atau menempati metaverse yang ada seperti Decentraland dan metaNesia. 

Tren Metaverse dalam Dunia Korporat

tren metaverse 2023

Sumber: World Economic Forum

Metaverse juga dapat menyediakan platform, tools, dan dunia virtual dimana bisnis dapat dilakukan secara remote. Dengan begitu karyawan dapat bekerja secara efisien dan efektif dimanapun.

Platform imersif canggih ini dapat menggabungkan dunia virtual dengan produk fisik. Kita dapat melakukan simulasi virtual yang dapat digunakan untuk menguji dan membuat prototipe produk baru secara virtual. Pengujian virtual ini juga dapat mengurangi biaya sumber daya yang akan dikeluarkan jika mengujinya secara fisik.

Penggunaan lain dari teknologi metaverse di dunia korporat adalah melakukan pelatihan dan orientasi. Misalnya, konsultan raksasa Accenture menciptakan lingkungan metaverse yang disebut The Nth Floor yang menampilkan replika kantor dunia nyata dan memungkinkan karyawan dan karyawan baru melakukan sejumlah fungsi terkait SDM di dunia virtual.

web3 dan Desentralisasi

web3 tren metaverse

Sumber: CoinDesk

Web 3.0 atau web3  memanfaatkan machine learning dan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu memberdayakan aplikasi yang lebih cerdas dan adaptif. web3 merupakan generasi teknologi pendukung yang digunakan di metaverse.

Salah satu visi dan prediksi tentang konsep metaverse berkisar seputar desentralisasi. Menurut para pendukung web3, ledger atau buku transaksi digital yang didistribusikan oleh teknologi blockchain akan memunculkan internet baru di luar kendali perusahaan global.

Perusahaan atau lembaga tidak akan lagi memiliki kekuatan untuk menyensor pendapat yang tidak mereka setujui atau mencabutnya jika mereka mau. Visi ini merupakan salah satu yang dibawa oleh platform metaverse terdesentralisasi seperti The Sandbox dan Decentraland.

Visi metaverse sebagai utopia milik komunitas yang terdesentralisasi agak bertentangan dengan visi yang dipromosikan oleh perusahaan seperti Meta dan Microsoft, yang bertujuan untuk membangun dunia digital dimana perusahaan akan memiliki kendali mutlak. Tahun 2023 kemungkinan akan membawa perkembangan lebih lanjut yang menarik dalam perbedaan budaya digital ini.

Virtual dan Augmented Reality

Metaverse menggunakan teknologi immersive-reality sebagai pendukung utamanya. Banyak spekulasi tentang bagaimana kita akan berinteraksi dengannya melibatkan teknologi imersif seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed/extended reality (MR/XR).Meta sendiri telah menyebutkan bahwa internet selanjutnya akan menyerupai virtual reality. 

Tahun 2023 akan menghadirkan banyak perkembangan baru di industri ini. Kita dapat bersiap untuk melihat perkembangan terbaru pada teknologi full-body haptic suit. Teknologi ini telah digunakan oleh organisasi seperti NASA dan SpaceX untuk mensimulasikan lingkungan ekstrem.

Terdapat kemungkinan besar bahwa teknologi ini akan digunakan untuk menciptakan pengalaman metaverse konsumen yang bahkan lebih realistis dan imersif. Beberapa startup bahkan bereksperimen dengan teknologi yang mampu mencium bau pada virtual reality!


Itulah beberapa prediksi tren metaverse yang akan datang di tahun 2023. Tertarik dengan artikel di atas? Kunjungi metanesia.id untuk mengetahui informasi terbaru seputar metaverse!